Widget yang terlalu banyak, notifikasi berlebihan, dan aplikasi yang terus berjalan di latar belakang dapat menggunakan sumber daya HP meski sedang tidak dipakai.
Coba periksa penggunaan baterai untuk melihat aplikasi mana yang paling banyak bekerja. Jika terdapat aplikasi yang tidak terlalu penting tetapi terus aktif, batasi aktivitas latar belakangnya melalui pengaturan baterai.
Langkah kecil ini sering kali lebih masuk akal daripada menutup semua aplikasi secara terus-menerus.
Baca Juga: Naik KRL Commuter Line Cuma Rp8 di HUT RI ke-81, Simak Syarat dan Layanan Khusus 17 Agustus
4. Pertimbangkan mengganti baterai
Jika HP sudah digunakan selama beberapa tahun, baterai yang menua juga patut diperiksa. Baterai lithium-ion yang sudah aus dapat mengalami penurunan kemampuan dalam memasok daya secara optimal.
Dampaknya bukan hanya baterai cepat habis. Dalam kondisi tertentu, HP bisa mengalami penurunan performa, crash, atau mati secara tiba-tiba.
Mengganti baterai yang sudah aus dapat menjadi pilihan yang lebih hemat dibandingkan membeli perangkat baru, terutama jika komponen lain masih berfungsi dengan baik.
HP Android lemot tidak selalu berarti perangkat sudah waktunya di-reset atau diganti. Membersihkan penyimpanan, memperbarui sistem, mengurangi aktivitas latar belakang, dan memeriksa kondisi baterai merupakan langkah yang layak dicoba terlebih dahulu.
Factory reset tetap berguna jika masalah berasal dari sistem atau pengaturan yang sudah terlalu berantakan. Namun, jika penyebab utamanya belum diketahui, melakukan reset hanya akan membuat pekerjaan baru tanpa benar-benar menyelesaikan sumber masalah.
