Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, BNPB Kerahkan Helikopter dan Tim Darurat

Sabtu 15 Agu 2026, 12:54 WIB
Ilustrasi bangunan yang hancur karena gempa bumi. (Sumber: Freepik)
Ilustrasi bangunan yang hancur karena gempa bumi. (Sumber: Freepik)

POSKOTA.CO.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus 2026 dini hari. BNPB langsung mengerahkan tim penanganan darurat untuk melakukan kaji cepat, mendata kerusakan, menangani korban, serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi.

Gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan Kepala BNPB juga mengarahkan dukungan satu unit helikopter untuk mempercepat mobilisasi logistik dan mendukung operasional penanganan darurat.

“Kepala BNPB juga mengarahkan dukungan satu unit helikopter untuk membantu mobilisasi logistik dan mendukung kebutuhan operasional penanganan darurat, termasuk kemungkinan evakuasi apabila diperlukan,” ujar Berton dalam keterangannya, Sabtu.

Baca Juga: Gempa M7,7 Guncang NTT, Getarannya Terasa hingga Lombok

Dukungan udara tersebut dinilai penting karena kondisi geografis NTT terdiri atas banyak pulau sehingga akses antardaerah menjadi salah satu tantangan dalam penanganan bencana.

Selain helikopter, BNPB menyiapkan dukungan logistik dan peralatan untuk memperkuat penanganan di lokasi terdampak.

Satu Orang Meninggal, Empat Luka-luka

Berdasarkan pemutakhiran dan validasi data hingga pukul 08.00 WIB, BNPB mencatat satu orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka akibat gempa.

Korban meninggal merupakan warga Kabupaten Sikka. Sementara korban luka tercatat berada di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo.

Baca Juga: Aceh Diguncang Gempa Magnitudo 6,4 Hari Ini, Tidak Berpotensi Tsunami

BNPB juga memperbarui data korban yang sebelumnya dilaporkan sebanyak dua orang meninggal dunia. Setelah dilakukan verifikasi dan validasi di lapangan, jumlah tersebut menjadi satu orang.

“Data korban yang sebelumnya dilaporkan dua orang meninggal dunia telah diperbarui menjadi satu orang meninggal dunia setelah dilakukan verifikasi dan validasi oleh petugas di lapangan,” kata Berton.

BNPB menyampaikan permohonan maaf atas perbedaan data pada laporan awal dan memastikan seluruh informasi terkait korban maupun dampak gempa masih terus diverifikasi oleh petugas.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Agam, BMKG: Terasa Hingga Bukittinggi

Sekitar 2.000 Warga Nagekeo Mengungsi Mandiri

Guncangan gempa juga membuat sekitar 2.000 warga di Kabupaten Nagekeo melakukan evakuasi mandiri. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan setelah gempa dan adanya peringatan dini tsunami.

Sementara itu, di Kota Bima, NTB, tercatat satu kepala keluarga atau enam jiwa terdampak. Kerusakan yang telah teridentifikasi sementara meliputi:

  • Dua rumah rusak berat.
  • Satu rumah rusak sedang.
  • Dua rumah rusak ringan.
  • Satu gudang Bulog terdampak.
  • Tiga fasilitas umum rusak ringan.
  • Enam kantor pemerintahan terdampak.

BNPB menegaskan data kerusakan tersebut masih sementara dan dapat berubah setelah proses pendataan serta verifikasi di lapangan selesai dilakukan.

Baca Juga: Gempa 4,6 SR Guncang Aceh, Apakah Berpotensi Tsunami?

Listrik Masih Padam, Peringatan Dini Tsunami Berakhir

Guncangan gempa M 7,7 dirasakan di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Nagekeo, Sikka dan Manggarai Barat di NTT. Getaran juga dirasakan di Kota Bima dan Kabupaten Bima, NTB, serta Kabupaten Jeneponto, Kepulauan Selayar dan Maros di Sulawesi Selatan.

Sejumlah masyarakat di wilayah pesisir sempat melakukan evakuasi sebagai respons terhadap peringatan dini tsunami.

Namun, berdasarkan hasil observasi tinggi muka laut, BMKG menyatakan tidak terdapat lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan.

Peringatan dini tsunami kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07.31.30 WIB.

Hingga Sabtu pagi, kondisi masyarakat di Kota Bima secara umum dilaporkan kondusif. Sementara di Kabupaten Nagekeo, petugas masih melakukan penanganan situasi di lapangan.

Kondisi jalan di Nagekeo dilaporkan mengalami kemacetan, sedangkan aliran listrik masih padam.

BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga juga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat guncangan.

“Masyarakat diminta mengikuti arahan pemerintah daerah dan memastikan informasi mengenai gempa maupun penanganan bencana diperoleh dari sumber resmi,” kata BNPB.

BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTT, BPBD kabupaten/kota terdampak, BMKG, Basarnas, TNI, Polri, kementerian/lembaga, serta unsur terkait lainnya untuk memastikan penanganan berlangsung cepat dan terpadu.

Pemerintah pusat memastikan dukungan akan terus diberikan sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan, mulai dari penanganan korban, evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, dukungan logistik dan peralatan, hingga percepatan pemulihan masyarakat terdampak.


Berita Terkait


News Update