Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, BNPB Kerahkan Helikopter dan Tim Darurat

Sabtu 15 Agu 2026, 12:54 WIB
Ilustrasi bangunan yang hancur karena gempa bumi. (Sumber: Freepik)
Ilustrasi bangunan yang hancur karena gempa bumi. (Sumber: Freepik)

“Data korban yang sebelumnya dilaporkan dua orang meninggal dunia telah diperbarui menjadi satu orang meninggal dunia setelah dilakukan verifikasi dan validasi oleh petugas di lapangan,” kata Berton.

BNPB menyampaikan permohonan maaf atas perbedaan data pada laporan awal dan memastikan seluruh informasi terkait korban maupun dampak gempa masih terus diverifikasi oleh petugas.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Agam, BMKG: Terasa Hingga Bukittinggi

Sekitar 2.000 Warga Nagekeo Mengungsi Mandiri

Guncangan gempa juga membuat sekitar 2.000 warga di Kabupaten Nagekeo melakukan evakuasi mandiri. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan setelah gempa dan adanya peringatan dini tsunami.

Sementara itu, di Kota Bima, NTB, tercatat satu kepala keluarga atau enam jiwa terdampak. Kerusakan yang telah teridentifikasi sementara meliputi:

  • Dua rumah rusak berat.
  • Satu rumah rusak sedang.
  • Dua rumah rusak ringan.
  • Satu gudang Bulog terdampak.
  • Tiga fasilitas umum rusak ringan.
  • Enam kantor pemerintahan terdampak.

BNPB menegaskan data kerusakan tersebut masih sementara dan dapat berubah setelah proses pendataan serta verifikasi di lapangan selesai dilakukan.

Baca Juga: Gempa 4,6 SR Guncang Aceh, Apakah Berpotensi Tsunami?

Listrik Masih Padam, Peringatan Dini Tsunami Berakhir

Guncangan gempa M 7,7 dirasakan di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Nagekeo, Sikka dan Manggarai Barat di NTT. Getaran juga dirasakan di Kota Bima dan Kabupaten Bima, NTB, serta Kabupaten Jeneponto, Kepulauan Selayar dan Maros di Sulawesi Selatan.

Sejumlah masyarakat di wilayah pesisir sempat melakukan evakuasi sebagai respons terhadap peringatan dini tsunami.

Namun, berdasarkan hasil observasi tinggi muka laut, BMKG menyatakan tidak terdapat lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan.

Peringatan dini tsunami kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07.31.30 WIB.

Hingga Sabtu pagi, kondisi masyarakat di Kota Bima secara umum dilaporkan kondusif. Sementara di Kabupaten Nagekeo, petugas masih melakukan penanganan situasi di lapangan.


Berita Terkait


News Update