POSKOTA.CO.ID - Sejumlah wilayah di Indonesia saat ini sudah memasuki musim kemarau. Lantas, sampai kapan musim kemarau 2026 di Indonesia berlangsung?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan prakiraan berlangsungnya musim kemarau di Indonesia pada tahun ini.
BMKG menyebut fenomena El Nina melemah terjadi sejak Oktober 2025 dan berakhir pada Februari 2026. Sementara itu, fenomena El Nino sudah mulai aktif pada awal tahun dan berpotensi mencapai level yang cukup kuat.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, memprediksi musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan lebih kering dengan durasi yang juga lebih lama.
Baca Juga: Contoh Susunan Upacara Hari Pramuka 2026 di Sekolah, Begini Panduannya
"Sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau di bawah normal atau lebih kering dengan durasi lebih panjang," kata Ardhasena dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seperti yang sudah terjadi di Taman Nasional Gunung Bromo Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Sampai Kapan Musim Kemarau 2026 di Indonesia?
Mengutip dari laman resmi BMKG, musim kemarau 2026 diprediksi mulai masuk ke Indonesia pada periode April, Mei, dan Juni. Situasi ini akan berlangsung secara bertahap, diawali dari Nusa Tenggara dan berlanjut ke sejumlah wilayah Indonesia lainnya.
Awal musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih awal. Sementara itu, puncak musim kemarau di tanah air diperkirakan berlangsung pada Agustus 2026.
Baca Juga: Daftar Golongan Orang yang Tidak Bisa Lagi Beli Pertalite, Siapa Saja?
"Puncak musim kemarau di Indonesia sebagian besar diprediksi terjadi lebih awal atau MAJU (410 ZOM; 58,7%) dan SAMA dengan normalnya (142 ZOM; 20,3%)," tulis BMKG.
Sementara itu, untuk musim hujan 2026 di Indonesia, Ardhasena menyebut BMKG memprediksi akan berlangsung pada pertengahan Oktober-November tahun ini.
"Untuk bulan Oktober kita bisa melihat warna kekuningan mulai muncul lebih banyak dibandingkan bulan September. Ini menandakan awal mulai musim hujan datang dari barat wilayah Indonesia," ujarnya.
Berdasarkan data tersebut, Ardhasena menjelaskan awal musim hujan kemungkinan bakal mulai mendominasi pada November 2026 dengan intensitas rendah ke tinggi.
Baca Juga: Pemerintah Batasi Pembelian Pertalite, Simak Ketentuannya
Pemprov DKI Jakarta Siapkan Hujan Buatan
Musim kemarau yang berlangsung di Indonesia membuat kondisi polusi udara di ibu kota Jakarta memburuk. Langit Jakarta telah tertutupi polusi cukup tebal sejak beberapa waktu lalu.
Situasi ini terjadi, salah satunya disebabkan karena hujan yang sudah cukup lama tidak mengguyur ibu kota.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemprov DKI Jakarta berencana menyiapkan hujan buatan. Langkah ini diharapakan bisa membuat hujan turun di Jakarta dan sekitarnya.
“Kami sedang menyiapkan hujan buatan, mudah-mudahan awannya ada, begitu awannya ada kami segera membuat hujan buatan untuk Jakarta dan sekitarnya,” ungkap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
