POSKOTA.CO.ID - Tata cara sholat tolak bala banyak dicari oleh umat Islam yang menjalankan tradisi Rebo Wekasan. Simak informasi mengenai bacaan niat, panduan sholat, dan doanya.
Rebo Wekasan atau Rebo Pungkasan merujuk pada hari Rabu terakhir bulan Safar dalam penanggalan Hijriah. Dalam tradisi Islam Nusantara, Rabu Wekasan dipercayai sebagai hari diturunkannya banyak bala, musibah, atau bencana.
Oleh karena itu, pada banyak umat Islam yang memperbanyak melakukan ibadah pada momen tersebut agar terhindar dari segala marabahaya.
Salah satu ibadah yang biasanya dilakukan umat muslim saat Rebo Wekasan adalah sholat tolak bala atau sholat sunnah mutlak.
Baca Juga: Rebo Wekasan 2026 Kapan? Simak Tanggal, Waktu Pelaksanaan, dan Amalan yang Dianjurkan
Kapan Rebo Wekasan 2026?
Berdasarkan Kalender Hijriah yang diterbitkan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, bulan Safar 1448 H akan berakhir pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Jika mengacu ada kalender tersebut, maka Rebo Wekasan yang merupakan hari Rabu terakhir bulan Safar 1448 H jatuh pada hari ini, Rabu, 12 Agustus 2026.
Masyarakat yang memiliki kepercayaan dan rutin menjalankan tradisi ini setiap tahunnya, bisa melaksanakan sejumlah ibadah, mulai dari memperbanyak bacaan doa, membaca Alquran, hingga mendirikan sholat sunnah mutlak atau sholat lidaf'il bala.
Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Menikah Menurut Islam? Ini 5 Bulan yang Dianjurkan
Bacaan Niat Sholat Tolak Bala
Menghimpun dari laman NU Online Jatim, berikut ini bacaan niat sholat talak bala atau sholat lidaf'il bala.
اُصَلِّي سُنَّةً لِدَفْعِ الْبَلاَءِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnata lidaf'il bala'i rakataini lillahi taala.
Artinya: Saya berniat sholat sunnah untuk menolak bala, dua rakaat karena Allah ta'ala.
Tata Cara Sholat Tolak Bala
Umumnya, sholat ini dilakukan sebanyak 4 rakaat, baik dengan 2 kali salam (masing-masing 2 rakat) maupun 1 kali salam.
Meski demikian, dikutip dari NU Online Jatim, sholat sunnah ini bisa dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan waktu pengerjaannya boleh kapan saja karena tidak ada ketentuan khusus.
Berikut ini tata cara pelaksanaan sholat sunnah mutlak atau sholat tolak bala yang dapat diikuti.
1. Membaca Niat
اُصَلِّي سُنَّةً لِدَفْعِ الْبَلاَءِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnata lidaf'il bala'i rakataini lillahi taala.
Artinya: Saya berniat sholat sunnah untuk menolak bala, dua rakaat karena Allah ta'ala.
2. Membaca Suarh Al-Fatihah
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ﴿ ١ ﴾ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ﴿ ٢ ﴾ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ﴿ ٣ ﴾ مَـٰلِكِ یَوۡمِ ٱلدِّینِ﴿ ٤ ﴾ إِیَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِیَّاكَ نَسۡتَعِینُ﴿ ٥ ﴾ ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِیمَ﴿ ٦ ﴾ صِرَٰطَ ٱلَّذِینَ أَنۡعَمۡتَ عَلَیۡهِمۡ غَیۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَیۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّاۤلِّینَ﴿ ٧
Latin: Bismillahir-rahmanir-rahim (1). Al-hamdu lillahi rabbil-'alamin (2). Ar-rahmanir-rahim (3). Maliki yaumid-din (4). Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in (5). Ihdinas-siratal-mustaqim (6). Siratallazina an'amta 'alaihim gairil-magdubi 'alaihim wa lad-dallin (7).
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Maha Pengasih, Maha penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."
3. Membaca Surah Al-Kautsar Sebanyak 17 Kali
إِنَّاۤ أَعۡطَیۡنَـٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ﴿ ١ ﴾ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ﴿ ٢ ﴾ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ﴿ ٣
Latin: Innā a'tainākal-kausar (1). Fa salli lirabbika wan-har (2). Inna syāni`aka huwal-abtar (3).
Artinya: Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).
4. Membaca Surah Al-Ikhlas Sebanyak 5 Kali
قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ﴿ ١ ﴾ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ﴿ ٢ ﴾ لَمۡ یَلِدۡ وَلَمۡ یُولَدۡ﴿ ٣ ﴾ وَلَمۡ یَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ﴿ ٤
Latin: Qul huwallahu ahad (1). Allāhuṣ-ṣamad (2). Lam yalid wa lam yụlad (3). Wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad (4).
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."
5. Surah Al-Falaq 1 Kali
قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ﴿ ١ ﴾ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ﴿ ٢ ﴾ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ﴿ ٣ ﴾ وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّـٰثَـٰتِ فِی ٱلۡعُقَدِ﴿ ٤ ﴾ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ﴿ ٥
Latin: Qul a'ụżu birabbil-falaq (1). Min syarri mā khalaq (2). Wa min syarri gāsiqin iżā waqab (3). Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad (4). Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad (5).
Artinya: " Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."
6. Membaca Surah An-Nas 1 Kali
قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ﴿ ١ ﴾ مَلِكِ ٱلنَّاسِ﴿ ٢ ﴾ إِلَـٰهِ ٱلنَّاسِ﴿ ٣ ﴾ مِن شَرِّ ٱلۡوَسۡوَاسِ ٱلۡخَنَّاسِ﴿ ٤ ﴾ ٱلَّذِی یُوَسۡوِسُ فِی صُدُورِ ٱلنَّاسِ﴿ ٥ ﴾ مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ﴿ ٦
Latin: Qul a'ụżu birabbin-nās (1). Malikin-nās (2). Ilāhin-nās (3). Min syarril-waswāsil-khannās (4). Allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās (5). Minal-jinnati wan-nās (6).
Artinya: " Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Raja manusia,, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."
Pada rakaat kedua, ulangi seluruh bacaan tersebut hingga mengakhiri salat dengan salam.
Doa Sebelum dan Setelah Sholat Tolak Bala
Sebelum melaksanakan sholat tolak bala maupun setelahnya, ada bacaan doa yang dianjurkan untuk dibaca oleh umat Islam.
Doa Sebelum Sholat Tolak Bala
اَسْتَغْفِرُالله الْعَظِيمْ اَلَّّذِيْ لَاإِلَهَ إلاَّ هُوَالْحَىُّ الْقَيُّومُ وَاَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لآيَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا ولآنَفْعًاوَلآمَوْتًا ولآحَيَاتًا وَلآنُشُورًا
Artinya: "Saya memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung yang tidak ada Tuhan selain Dia yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Saya mohon taubat selaku seorang hamba yang penuh kedzaliman, yang tidak memiliki terhadap dirinya sendiri baik madarat dan manfaatnya, mati dan hidupnya maupun bangkitnya nanti."
Doa Setelah Sholat Tolak Bala
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمْ يَاشَدِيْدُالْقُوَّى وَيَاشَدِيْدَالْمِحَالِ اّللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوذُبِكَ بِكَلِمَتِكَ التَّّآمَّاتِ كُلِّهَا مِنَ الرِّيحِ الْاَحْمَرِ وَمِنَ الدَّاءِ الْاَكْبَرِ فِي النَّفْسِ وَالدَّمِّ وَاللَّحْمِ وَالْعُظْمِ وَالْْجُلُوْدِ وَالْعُرُوقِ سُبْحَانَكَ إِذَاقَضَيْتَ اَمْرًا أَنْ يقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونَ, اَللهُ اَكْبَرْاَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ برحمتك يآارحم الرّا حمين
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dengan kalimat-Mu yang sempurna dari angin merah dan penyakit yang besar di jiwa, daging, tulang dan urat. Maha Suci Engkau apabila memutuskan sesuatu hanyalah berkata kepadanya, 'Jadilah' maka 'jadilah ia'."
.jpeg)