Kenaikan tersebut menjadi salah satu capaian paling signifikan dalam kinerja BUMN pada paruh pertama 2026.
Selain Timah, PT Pupuk Indonesia juga mencatat pertumbuhan laba yang besar. Perusahaan membukukan laba bersih Rp8,51 triliun, meningkat 253 persen dibandingkan Rp2,41 triliun pada semester I 2025.
Di sektor semen, PT Semen Indonesia mencatat kenaikan laba sebesar 196,5 persen. Laba perusahaan meningkat dari Rp65,24 miliar menjadi Rp193,46 miliar.
Sementara itu, PT Agrinas Palma Nusantara membukukan pertumbuhan laba sebesar 150 persen dengan laba mencapai Rp890 miliar. Kinerja tersebut turut mencerminkan perkembangan konsolidasi sektor perkebunan strategis.
Pertumbuhan positif juga terlihat pada sektor jasa keuangan dan logistik.
PT Pegadaian mencatat kenaikan laba sebesar 84,6 persen menjadi Rp6,59 triliun. Kemudian PT Pelindo membukukan laba Rp2,57 triliun atau tumbuh 60,4 persen.
Baca Juga: Kementerian PKP-BP BUMN Gerak Cepat Relokasi Warga Bantaran Rel, Manfaatkan Lahan Milik BUMN
PTPN IV PalmCo juga mencatat pertumbuhan laba 54 persen menjadi Rp3,23 triliun. Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN membukukan laba Rp2,40 triliun, tumbuh 40,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja positif juga dicatatkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Salah satu bank pelat merah terbesar di Indonesia itu membukukan laba Rp30,41 triliun atau tumbuh 24,3 persen.
Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan tidak hanya terjadi pada BUMN dengan skala usaha tertentu, tetapi juga perusahaan besar yang selama ini menjadi penopang utama kinerja korporasi negara.
Di sektor energi bersih, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk mencatat pertumbuhan laba sebesar 15,5 persen menjadi 79,61 juta dolar AS.
