POSKOTA.CO.ID - Brand miras Newport saat ini tengah jadi sorotan warganet setelah video diduga promosi berkedok challenge atau tantangan hafalan Alquran viral di media sosial.
Video tantangan hafalan Alquran berhadiah minuman keras yang terjadi di sebuah booth miras di acara festival musik The Sounds Project itu pun sukses menghebohkan publik.
Publik dibuat geram oleh strategi promosi tak beretika dan tak beradab yang dilakukan merek tersebut. Kejadian viral itu pun menuai kecaman dari masyarakat hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Baca Juga: Apa Nama Produk Booth Miras yang Viral Challenge Hafalan Alquran? Tuai Kecaman MUI
Kronologi Kejadian
Dalam unggahan video yang viral di media sosial, disebutkan bahwa salah satu merek miras akan memberikan hadiah minuman beralkohol secara gratis kepada pengunjung yang dapat menyelesaikan tantangan.
Challenge atau tantangan yang diberikan, yaitu pengunjung harus bisa menyelesaikan hafalan salah satu surah Alquran, tepatnya surah Ad-Duha.
Bagi peserta yang dapat memenuhi syarat tersebut, maka akan mendapatkan hadiah berupa minuman keras atau miras dari brand itu.
Sontak saja unggahan video yang viral itu pun mendapatkan berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak warganet yang melayangkan kritik tajam kepada pihak booth miras tersebut.
Pasalnya, Alquran adalah kitab suci yang apabila seseorang membaca ayat-ayat di dalamnya akan mendapatkan pahala. Sedangkan, minuman keras atau minuman beralkohol merupakan minuman yang secara tegas diharamkan dalam Alquran.
Baca Juga: Ning Najma Tsuroyya Anak Kyai Siapa? Ini Profil dan Biodata Istri Kadam Sidik yang Resmi Menikah
Brand Miras Newport Punya Siapa?
Berdasarkan unggahan yang viral, diketahui bahwa brand miras yang memberikan challenge atau tantangan hafalan Alquran adalah merek Newport.
Ustadz Hilmi Firdausi lewat akun Threads nya juga dengan tegas melayangkan kecaman terhadap Newport karena aksinya itu.
"Untuk Brand Miras Newport, kalian sudah kelewatan, membuat promosi hafal ayat Al-Qur'an ditukar sama Miras. Segera klarifikasi dan minta maaf. Ini sudah masuk ranah penistaan agama!" tulis Hilmi Firdausi.
Baca Juga: Ratu Namira Saudara Siapa? Namanya Terseret usai Vicky Alaydrus Diduga Lontarkan Sindiran Saat Live
Lantas, brand miras Newport punya siapa?
Berdasarkan penelusuran, Newport merupakan salah satu minuman alkohol asal Indonesia yang diproduksi PT Orang Tua Group.
Newport memiliki beberapa varian minuman campuran, seperti Newport Passion Blue, Newport Gold, dan Newport Black Iced Tea dengan kadar alkohol berkisar antara 19 persen hingga 19,7 persen.
Sementara itu, Orang tua Group dimiliki oleh keluarga Djojonegoro. Bisnis ini awalnya didirikan oleh Tjandra Djojonegoro, namun saat ini kepemimpinan dan kepemilikan grup diteruskan oleh generasi penerus keluarga, yakni Husain Djojonegoro.
The Sounds Project Buka Suara
Menanggapi sorotan tajam mengenai peristiwa yang viral di media sosial , pihak penyelenggara acara The Sounds Project turut mengecam tindakan promosi yang dinilai tak beretika itu.
"Kami, sebagai penyelenggara acara, turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," bunyi pernyataan resmi pihak penyelenggara, seperti dikutip dari akun Instagram @thesoundsproject.
Pihak penyelenggara mengungkapkan kegiatan yang dilakukan salah satu sponsor nya itu di luar arahan dan persetujuan mereka. The Sound Project juga telah menegur pihak terkait dan akan melakukan pengawalan ketat serta evaluasi internal.
"Rasa hormat terhadap agama dan keyakinan seluruh audiens adalah nilai yang kami pegang teguh sebagai penyelenggara, dan tidak ada toleransi untuk pelanggaran terhadap nilai tersebut," pungkasnya.
Sementara itu, hingga artikel ini ditulis, masih belum ada pernyataan resmi dari Newport selaku brand yang mengadakan challenge.
