Sisi Lain Tersangka Mutilasi Depok, Tampil di Acara TV hingga jadi Guru Matematika

Senin 10 Agu 2026, 12:21 WIB
Sosok Saepul alias Saepullah, 26 tahun tersangka pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi, 51 tahun di Depok, pernah menjadi guru Matematika. (Sumber: Istimewa)
Sosok Saepul alias Saepullah, 26 tahun tersangka pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi, 51 tahun di Depok, pernah menjadi guru Matematika. (Sumber: Istimewa)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Sosok Saepul alias Saepullah, 26 tahun, tersangka kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi (51) di Depok, ternyata memiliki perjalanan hidup yang cukup beragam sebelum terjerat kasus pidana.

Di balik kasus pembunuhan tersebut, Saepul mengaku pernah menjalani sejumlah pekerjaan, mulai dari pemotong daging di restoran, berjualan pisang cokelat atau piscok, hingga menjadi guru matematika di tingkat SMP.

Ia juga mengaku pernah mengikuti acara musik dangdut yang ditayangkan di televisi.

Fakta mengenai latar belakang Saepul tersebut terungkap dari pemeriksaan yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Terungkap! Ini Awal Pertengkaran Pelaku dan Korban Mutilasi di Depok

Kepala Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendara mengatakan Saepul memiliki pengalaman kerja yang beragam sebelum terseret kasus pembunuhan.

"Dia mengaku pernah bekerja sebagai koki di sebuah restoran (bagian pemotong daging) dan juga sempat berprofesi menjadi guru matematika di sekolah menengah pertama," kata Dimitri, Senin, 10 Agustus 2026.

Pernah jadi Pemotong Daging dan Jualan Piscok

Sebelum menjadi guru matematika, Saepul diketahui pernah bekerja di sebuah restoran sebagai bagian yang bertugas memotong daging.

Setelah itu, ia juga sempat mencari penghasilan dengan berjualan pisang cokelat atau piscok di sekitar Stasiun Pondok Cina (Pocin), Depok.

Baca Juga: Anjing Pelacak Dikerahkan Cari Potongan Kaki Korban Mutilasi di Pancoran Mas

Tak hanya pengalaman di bidang pekerjaan, Saepul juga mengungkapkan kepada penyidik bahwa dirinya pernah mengikuti sebuah event musik dangdut yang ditayangkan melalui salah satu stasiun televisi.

"Pelaku juga mengaku sempat ikut event musik dangdut di salah satu siaran televisi," ujar Dimitri.

Kronologi Kasus Mutilasi di Depok

Kasus pembunuhan yang menjerat Saepul bermula dari perkenalannya dengan Kunaefi melalui media sosial.

Keduanya kemudian sepakat bertemu di sebuah rumah kontrakan di kawasan Cipayung, Depok pada 23 Juli 2026.

Baca Juga: Tersangka Mutilasi Depok Diduga Tergabung Komunitas Gay, Motif Masih Didalami

Pertemuan tersebut diduga berujung pertengkaran. Dalam kejadian itu, Saepul diduga menyerang Kunaefi menggunakan pisau.

Korban diduga mengalami luka tusuk di bagian perut dan luka pada leher sebelum jasadnya dimutilasi pada bagian pangkal paha.

Jasad korban kemudian dibungkus menggunakan plastik hitam dan karung. Bagian tubuh tersebut selanjutnya dibuang di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok.

Sementara itu, kedua kaki korban dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara. Setelah kejadian tersebut, Saepul diduga berupaya melarikan diri dari wilayah Depok.

Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya kemudian menangkap Saepul di Pandeglang, Banten, pada Rabu dini hari, 5 Agustus 2026.

Saat ditangkap, Saepul diduga sedang berupaya melarikan diri. Hingga Senin, 10 Agustus 2026, penyidik masih mendalami motif pembunuhan tersebut. Polisi juga masih melengkapi alat bukti untuk kepentingan proses hukum terhadap tersangka.


Berita Terkait


News Update