Setelah kasusnya ramai dan menarik perhatian banyak pihak, terungkap bahwa kasus ini terjadi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Kondisi ruangan perawatan yang penuh merupakan penyebab Yurizal harus menunggu delapan jam di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM.
Kemenkes Buka Suara
Terkait peristiwa yang viral, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya mengatakan kondisi Yurizal pada saat itu membutuhkan penanganan di ruang High Care Unit (HCU).
"Kondisi pasien yang meninggal dan viral itu memang menunggu 8 jam karena butuh HCU yang jumlahnya terbatas dan bukan kamar rawat inap biasa," kata Azhar Jaya.
Dikarenakan HCU bukanlah ruang perawatan biasa sehingga kapasitasnya terbatas. Jadi, jika situasinya sedang penuh atau ramai, maka bukan tidak mungkin jika pasien lain harus menunggu terlebih dahulu.
"Prinsipnya di RSCM adalah pusat rujukan nasional, kemungkinan besar RSCM penuh itu sangat besar. Tapi apa harus menunggu 8 jam itu tergantung situasi, kalau kosong ya lebih cepat dari itu," ujarnya.
