POSKOTA.CO.ID - Sosok di balik nama Admingovx ramai dibahas usai tayangan video tak senonoh yang muncul di videotron milik Pemerintah Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.
Insiden yang terjadi pada Senin, 27 Juli 2026 itu dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu beragam reaksi dari masyarakat.
Tidak hanya karena konten yang ditampilkan dianggap tidak pantas untuk ruang publik, tetapi juga karena pada layar videotron muncul tulisan "Hacked by mauri" disertai akun Instagram "IG: @admingovx".
Tulisan tersebut diduga sengaja ditinggalkan oleh pelaku sebagai jejak atau klaim atas aksi peretasan yang dilakukan.
Kemunculan identitas tersebut kemudian memicu rasa penasaran masyarakat mengenai sosok di balik akun @admingovx.
Menanggapi kejadian tersebut, Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Joko Wahyono, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas tayangan yang muncul di videotron.
Menurutnya, konten tersebut sama sekali bukan bagian dari materi publikasi resmi pemerintah daerah.
"Tayangan tersebut sama sekali bukan merupakan materi publikasi yang direncanakan, diproduksi maupun disetujui oleh Pemerintah Daerah," katanya dikutip dari website melawikab.go.id, seperti dikutip pada Rabu, 29 Juli 2026.
Seiring viralnya kasus ini, nama Admingovx turut menjadi kata kunci yang banyak dicari warganet.
Lantas, siapa sebenarnya sosok di balik nama Admingovx? Simak ulasan selengkapnya.
Sosok Dibalik Admingovx Siapa?
Hingga kini identitas Admingovx belum dapat dipastikan sebagai pelaku asli dan masih menjadi bagian dari proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
Belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun pemerintah yang menyatakan bahwa akun Instagram @admingovx benar-benar dimiliki oleh pelaku dugaan peretasan.
Karena itu, publik diimbau untuk tidak terburu-buru menyimpulkan identitas seseorang berdasarkan tulisan yang muncul pada layar videotron.
Sementara itu, pemerintah daerah menduga terdapat akses tidak sah terhadap akun atau sistem pengelolaan videotron.
Dugaan tersebut menjadi dasar dilakukannya investigasi lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana sistem dapat diakses oleh pihak yang tidak berwenang.
Selain menelusuri jejak digital, pihak terkait juga melakukan pemeriksaan terhadap perangkat dan sistem yang digunakan dalam operasional videotron.
Beberapa saat setelah mengetahui kejadian tersebut, Pemerintah Daerah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika langsung mengambil sejumlah langkah penanganan.
Selain melakukan investigasi, pemerintah daerah juga mulai memperkuat sistem keamanan pengelolaan videotron.
Menurut Joko Wahyono, berbagai langkah pengamanan terus dilakukan agar sistem informasi milik pemerintah tidak mudah disusupi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Melawi tetap berkomitmen memberikan layanan informasi publik yang aman dan dapat dipercaya oleh masyarakat.
"Oleh karena itu, setiap bentuk penyalahgunaan sistem informasi yang mengganggu pelayanan kepada masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya.
