POSKOTA.CO.ID - Profil hingga rekam jejak Bupati Pemalang, Jawa Tengah, Anom Widiyantoro ramai dicari publik setelah dikabarkan terjaring OTT KPK.
Anom Widiyantoro menjadi pejabat publik selanjutnya yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa, 28 Juli 2026.
Kabar penangkapan tersebut dibenarkan langsung oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcayanto.
"Benar" kata Fitroh singkat.
Baca Juga: Kejagung Periksa 7 Saksi Kasus Dugaan TPPU Febrie Adriansyah
Meski demikian, hingga saat ini KPK belum menjabarkan dengan lengkap perihal kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Pemalang itu.
Sebagai informasi, Anom Widiyantoro menjadi kepala daerah ke-12 yang terjaring OTT KPK sepanjang 2026 ini. Sementara itu, pada tahun ini, KPK tercatat sudah melakukan OTT sebanyak 18 kali.
Profil Anom Widiyantoro
Mengutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Pemalang, Anom Widiyantoro merupakan Sarjana Ekonomi yang lulus dari Universitas Diponegoro pada 1996.
Ia lalu melanjutkan pendidikan untuk mendapatkan gelar Magister empat tahun setelahnya. Ia berhasil menyelesaikan program Magister Manajemen pada 2005 di Universitas Padjajaran.
Baca Juga: Burhanuddin Abdullah Siapa dan Partai Apa? Simak Rekam Jejaknya yang Diisukan Jadi Calon Gubernur BI
Riwayat Pekerjaan Anom Widiyantoro
Sebelum menjabat sebagai Bupati Pemalang, Anom diketahui memiliki rekam jejak panjang di lingkungan BUMN. Ia tercatat telah menghabiskan waktu puluhan tahun di sana, khususnya di sektor konstruksi dan properti.
Masih dikutip dari website resmi Pemerintah Kabupaten Pemalang, di sana, Anom sempat mengisi sejumlah jabatan strategis, mulai dari Staf Ahli, Internal Auditor, Kepala Seksi, Manajer keuangan Dan Personalia, Manajer Keuangangan dan Operasi Departemen Luar Negeri, General Manajer PT Wijaya Karya.
Pada 2021-2024, Anom mengemban jabatan sebagai Direktur Keuangan Human Capital dan Management Resiko PT. Hotel Indonesia Property -PT. Hipa.
Kemudian, ia maju dalam Pilkada 2024 bersama Nurkholes sebagai wakilnya yang diusung Partai Golkar, Perindo, Partai Buruh, PSI, Partai Gelora, dan Partai Hanura.
