BAZNAS RI dan KP2MI Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Pemberdayaan PMI

Rabu 29 Jul 2026, 11:42 WIB
Potret Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid (kanan) dan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin (kiri). (Sumber: Istimewa)
Potret Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid (kanan) dan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin (kiri). (Sumber: Istimewa)

POSKOTA.CO.ID - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memperkuat kerja sama dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk mendukung kesejahteraan serta pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam audiensi BAZNAS RI bersama KP2MI di Kantor KP2MI, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.

Audiensi tersebut membahas evaluasi dan penyempurnaan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Kerja sama ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan serta mobilisasi dana ZIS untuk mendukung PMI dan keluarganya.

Dalam kesempatan tersebut, KP2MI juga menyerahkan donasi secara simbolis melalui BAZNAS RI sebesar Rp100.000.000. Dana tersebut nantinya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: BSI dan BAZNAS Hadirkan Layanan Digital DAM Haji dan Kurban, Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah Nasional

BAZNAS Siapkan Program ZIS untuk Pekerja Migran

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, sinergi dengan KP2MI diarahkan untuk memperkuat peran BAZNAS dalam menghimpun, mengelola, dan mendayagunakan dana ZIS bagi Pekerja Migran Indonesia.

"Secara umum ada dua hal besar, satu adalah kerja sama dan dukungan bagi kami dalam melaksanakan tugas mobilisasi, mengelola, dan mendayagunakan zakat, infak, sedekah dengan subjek khusus yakni para pekerja migran ini," ujar Sodik Mudjahid dalam konferensi pers setelah audiensi dengan KP2MI.

Menurut Sodik, kerja sama tersebut juga mencakup dukungan dana tambahan bagi calon PMI yang tengah mengikuti pelatihan persiapan sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.

Selain itu, BAZNAS menyiapkan sejumlah program pemberdayaan bagi keluarga PMI yang berada di Indonesia. Program tersebut antara lain berupa beasiswa pendidikan dan pelatihan kewirausahaan.

Baca Juga: Baznas dan Kemendukbangga Percepat Pengentasan Stunting di Pelosok Lebak

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga PMI selama anggota keluarganya bekerja di luar negeri.

Sodik menjelaskan, pemberdayaan juga akan dilakukan terhadap PMI yang berada di luar negeri. BAZNAS mendorong para pekerja migran untuk berperan dalam membangun Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berbasis komunitas.

Melalui UPZ tersebut, PMI diharapkan dapat berkontribusi dalam penghimpunan dan penyaluran zakat ke daerah asal atau kampung halaman.

"Selama mereka berada di luar negeri, kami juga melakukan pemberdayaan dengan mendorong mereka menjadi perpanjangan tangan BAZNAS untuk membangun UPZ komunitas agar PMI yang tadinya mustahik bisa menjadi muzakki dan zakatnya didistribusikan ke kampung halaman," kata Sodik.

Baca Juga: BAZNAS RI Berduka Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Dengan demikian, program pemberdayaan tidak hanya ditujukan untuk memberikan bantuan kepada PMI yang membutuhkan. Program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi sehingga penerima manfaat atau mustahik dapat berkembang menjadi muzakki.

KP2MI Dorong Ekosistem Perlindungan dan Pemberdayaan PMI

Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, mengatakan KP2MI berkomitmen memperkuat sinergi dengan BAZNAS.

Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem perlindungan dan pemberdayaan yang lebih komprehensif bagi PMI dan keluarganya.

Melalui sinergi BAZNAS dan KP2MI, sejumlah program akan dikembangkan, mulai dari bantuan darurat, skema pembiayaan penempatan, hingga pelatihan kewirausahaan bagi purna-PMI.

Program tersebut diharapkan dapat membantu PMI dan keluarganya meningkatkan kondisi ekonomi sekaligus mendorong transformasi setelah masa kerja di luar negeri berakhir.

"Ke depan kita mau kembangkan lagi bagaimana kita menggali potensi dari pekerja migran Indonesia yang hari ini masih sebagai mustahik agar ke depan dapat kita dorong menjadi seorang muzakki," tutur Mukhtarudin.


Berita Terkait


News Update