Mengenal Freon R32, Teknologi Pendingin Ramah Lingkungan

Senin 20 Jul 2026, 11:29 WIB
Teknisi sedang mengecek Air Conditioner (AC). (Sumber: Istimewa)
Teknisi sedang mengecek Air Conditioner (AC). (Sumber: Istimewa)

POSKOTA.CO.ID - Regulasi, baik di tingkat global maupun nasional, kini mulai membatasi penggunaan refrigeran lama seperti R22 dan R410A. Penyebabnya, kedua zat ini dinilai bermasalah. R22 terbukti merusak lapisan ozon, sedangkan R410A turut memperparah pemanasan global. Freon R32 kemudian diluncurkan produsen kimia besar untuk menjawab tantangan-tantangan ini.

Mengenal Perkembangan Zat Pendingin AC

R22 pernah menguasai pasar industri refrigeran. Namun, karena termasuk HCFC (Hydrochlorofluorocarbon) dengan unsur klorin yang merusak ozon, muncul kesadaran global yang memuncak pada Protokol Montreal tahun 1987. Protokol inilah yang menjadi landasan untuk menghentikan produksi dan impor R22.

R410A kemudian muncul sebagai pengganti R22. Sebagai refrigeran HFC (Hydrofluorocarbon), R410A tidak punya klorin, sehingga tidak mengancam ozon. Namun, R410A mempunyai Global Warming Potential (GWP) setinggi 2.088, yang berarti satu kilogram R410A yang bocor ke atmosfer menyumbang pemanasan global setara dengan lebih dari 2 ton CO₂. Isu ini kemudian ditangani melalui Amandemen Kigali tahun 2016 yang disisipkan ke dalam Protokol Montreal.

Mulai dari titik itu, R32 diperkenalkan sebagai solusi paling mutakhir. Seperti R410A, R32 juga tergolong HFC yang aman bagi lapisan ozon.

Baca Juga: Mariano Peralta Umur Berapa dan Punya Statistik Seganas Apa? Ini MVP Super League yang Pilih Persib ketimbang Persija

Tiga Keunggulan Utama Freon R32

Keunggulan yang paling mendasar adalah dampak R32 terhadap pemanasan global yang relatif rendah. Menurut laporan terbaru, R32 memiliki GWP 675, sedangkan R410A berada di angka 2.088. Ini menunjukkan bahwa GWP R32 hanya sekitar sepertiga dari R410A, yang berarti potensi pemanasan global R32 lebih kecil.

Di sisi lain, R32 memiliki kapasitas pendinginan per volume yang lebih besar. Maka, sistem hanya butuh volume pengisian yang lebih sedikit (sampai 30% lebih hemat) untuk menghasilkan kinerja yang sama. Dengan GWP rendah dan volume pengisian kecil, dampak terhadap pemanasan global dapat ditekan hingga 75% lebih rendah dibandingkan R410A.

Keunggulan kedua adalah performa termodinamika yang unggul yang berdampak langsung pada penghematan energi. R32 memiliki kapasitas pendinginan nyaris 1,5 kali lebih besar dibanding R410A, sehingga AC dengan R32 dapat mentransfer panas dengan lebih efektif.

Studi eksperimental di Korea Selatan pada pompa panas mengungkap bahwa R32 mampu memberikan kapasitas pemanasan 3% lebih tinggi daripada R410A.Efisiensi yang meningkat ini berarti pemakaian listrik lebih rendah, yang pada gilirannya menurunkan emisi CO₂ tak langsung dari pembangkit.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 20 Juli 2026 Turun Tipis ke Rp2.610.000 per Gram, Momentum Investasi?

Sedangkan dari segi harga freon AC untuk jenis ini juga lebih unggul, yang mana terkait dengan keunggulan pertama. Dalam kondisi harga per kg R32 dan R410A berimbang, total biaya pengisian R32 akan terpangkas secara signifikan. Hal ini membuat biaya awal per unit untuk pembelian refrigeran menjadi lebih efisien.

Tren Global dan Ketersediaan di Indonesia

Secara global, transisi ke R32 sudah terjadi di pasar. Selain karena Amandemen Kigali, para pemain besar industri AC juga telah menjadikan R32 sebagai andalan refrigeran di produk-produknya. Wilayah Asia-Pasifik menduduki posisi teratas dalam produksi dan konsumsi R32, dengan Tiongkok dan India sebagai motor penggerak utama akibat urbanisasi yang cepat dan lonjakan permintaan AC.

Di dalam negeri, proses transisi berjalan dengan dinamis. Pemerintah, lewat Rencana Aksi Pendinginan Nasional, mendorong transisi dari refrigeran GWP tinggi semacam R22 ke pilihan rendah GWP, salah satunya R32. Konsumen terbesarnya adalah sektor rumah tangga, yang terdorong oleh maraknya penggunaan AC berteknologi hemat listrik.

Kini, infrastruktur pasokan perlahan-lahan terbentuk. Freon R32, yang didistribusikan oleh POLARIN dalam berbagai ukuran kemasan, sudah tersedia di pasar. Baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun proyek berskala komersial, semuanya dapat terlayani.

Dengan demikian, menjadikan R32 sebagai refrigeran AC adalah langkah bijak untuk masa depan, dengan berbagai keunggulan yang sudah teruji.


Berita Terkait


News Update