POSKOTA.CO.ID - Nama Lamine Yamal semakin sering menjadi perbincangan setelah penampilannya di panggung sepak bola internasional. Pemain muda kelahiran Spanyol ini bukan hanya menarik perhatian karena kemampuan mengolah bola, tetapi juga karena latar belakang keluarga dan identitas pribadinya.
Salah satu hal yang kerap ditanyakan publik adalah agama Lamine Yamal. Berdasarkan pernyataan yang pernah ia sampaikan secara terbuka, Yamal diketahui beragama Islam dan bukan seorang mualaf. Keyakinan tersebut berkaitan dengan latar belakang keluarganya, terutama dari pihak sang ayah yang memiliki darah Maroko dan berasal dari lingkungan Muslim.
Yamal bahkan pernah menuliskan pernyataan di media sosial yang kemudian banyak dikutip publik. “I am Muslim, alhamdulillah,” tulisnya.
Gestur sang pemain ketika berada di lapangan juga beberapa kali menjadi perhatian. Setelah mencetak gol, Yamal terlihat melakukan sujud syukur. Bagi sebagian penggemar, selebrasi tersebut menjadi salah satu bentuk ekspresi keagamaannya yang ia tunjukkan secara terbuka.
Di sisi lain, identitas Yamal memang cukup beragam. Ia lahir di Esplugues de Llobregat, Spanyol, pada 13 Juli 2007, dari keluarga dengan latar belakang Maroko dan Guinea Ekuatorial.
Baca Juga: Chinese Food di Amerika Ternyata Beda! Ini Menu untuk Memahami Szechuan, Hunan, Thai, dan Hibachi
Lamine Yamal dan Latar Belakang Keluarganya
Lamine Yamal Nasraoui Ebana tumbuh di kawasan Mataró dan Rocafonda, wilayah yang berada di sekitar Barcelona. Rocafonda memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan hidupnya. Bahkan, Yamal kerap menggunakan angka 304 dalam selebrasinya sebagai bentuk penghormatan terhadap lingkungan tempat ia dibesarkan. Angka tersebut merujuk pada bagian akhir kode pos 08304 kawasan Rocafonda.
Ayahnya, Mounir Nasraoui, merupakan keturunan Maroko. Sementara ibunya, Sheila Ebana, memiliki darah Guinea Ekuatorial. Perpaduan latar belakang tersebut membuat Yamal tumbuh dalam keluarga multikultural, meski sejak lahir hingga dewasa ia menjalani kehidupan di Spanyol.
Kedua orang tuanya diketahui telah berpisah ketika Yamal masih kecil. Namun, keluarga tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Ia juga memiliki saudara dari kedua sisi keluarga, termasuk saudari bernama Baraa dari pihak ayah dan adik laki-laki bernama Keyne dari pihak ibu.
Baca Juga: Daftar Harga iPhone Juli 2026 di Indonesia, Seri Baru dan Bekas Lengkap
Perjalanan Lamine Yamal di Dunia Sepak Bola
Bakat Yamal mulai terlihat sejak masih berusia belia. Ia bergabung dengan akademi Barcelona, La Masia, sekitar usia tujuh tahun setelah sebelumnya bermain untuk CF La Torreta.
Perkembangannya berlangsung sangat cepat. Saat masih berusia 15 tahun, Yamal sudah mendapat kesempatan menembus tim utama Barcelona. Ia kemudian berkembang menjadi salah satu pemain muda yang paling diperhitungkan.
Sebagai winger, Yamal dikenal memiliki kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta kreativitas dalam membangun serangan. Ia juga memilih memperkuat tim nasional Spanyol di level senior.
Pilihan tersebut membuat perjalanan kariernya semakin menarik. Yamal lahir dan besar di Spanyol, memiliki akar keluarga dari Maroko dan Guinea Ekuatorial, serta menjalani karier internasional bersama La Roja.
Pada akhirnya, kisah Lamine Yamal bukan hanya tentang pemain muda berbakat yang berkembang pesat di dunia sepak bola. Di balik penampilannya di lapangan, ada identitas keluarga, lingkungan tempat ia tumbuh, dan keyakinan yang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Semua unsur tersebut ikut membentuk sosok Yamal yang dikenal publik saat ini.
