Obrolan Warteg: Mitra Ancam Gembok Dapur MBG

Rabu 15 Jul 2026, 19:02 WIB
Obrolan warteg edisi hari ini, Rabu, 15 Juli 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)
Obrolan warteg edisi hari ini, Rabu, 15 Juli 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Oleh: Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID - Masa liburan sekolah usai sudah, aktivitas belajar mengajar mengawali tahun ajaran baru 2026/2027 mulai digelar sejak Senin lalu, 13 Juli 2026.

Berbarengan dengan mulai masuk sekolah, program Makan Bergizi Gratis (MBG) pun kembali didistribusikan anak-anak sekolah di sejumlah daerah. Menurut Badan Gizi Nasional (BGN), seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah melakukan berbagai persiapan agar operasional berjalan aman, lancar dan tetap menjaga kualitas porsi yang disajikan.

Terkait SPPG sebagai mitra BGN, ada hal yang perlu dicermati sebagaimana disampaikan asosiasi SPPG dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

Ketua Umum Asosiasi Mitra BGN, Syawaludin Aweng mengatakan, mitra hanya menyediakan fasilitas untuk mendukung pelaksanaan program MBG, tetapi dapur disalahkan jika terjadi keracunan hingga dijatuhi sanksi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Kasus Jampidsus Disorot Asing

"Kabarnya jika terus menerus dikecewakan, pihak mitra siap gembok dapur MBG secara nasional ya,” kata bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Begitu yang disampaikan oleh para mitra BGN, mitra dapur MBG, jika tidak ada perbaikan dalam tata kelola dan pola kemitraan,” kata Yudi.

"Harapannya ada pembenahan dalam pola kemitraan, lebih setara dan transparan dalam pengelolaan fasilitas. Intinya menuntut keadilan dengan memberikan batas waktu adanya perbaikan kemitraan,” urai mas Bro.

“Jika tuntutan tidak dipenuhi hingga 17 Agustus 2026, pihak mitra akan menggembok dapur secara serentak. Itu yang disampaikan mitra BGN di parlemen,” ujar Heri.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Politik Kepiting yang Bikin Pusing

“Kita berharap sebelum hari bersejarah, HUT Proklamasi Kemerdekaan RI, pihak BGN sudah merespons tuntutan dengan melakukan perbaikan dalam pola kemitraan yang lebih setara,” harap mas Bro.

“Jika dapur sampai digembok, gimana bisa masak tidak dan mendistribusikan MBG ke sekolah serta ibu-ibu hamil dan menyusui,” tambah Yudi.

“Sepertinya tidak main-main ya. Harus disikapi secara bijak dengan mengutamakan kepentingan umum, bukan mengedepankan egoisme sektoral.Ingat masing – masing punya peran. BGN punya program, mitra punya fasilitas dapur dan lain – lain,” jelas mas Bro.

“Soal tata kelola memang paling urgen, tak hanya dalam program, juga dalam menjalin kemitraan guna menjalankan program. Jadi saling menghargai bahwa masing-masing punya peran dalam keberhasilan program,” urai Heri.


Berita Terkait


News Update