POSKOTA.CO.ID - Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan sengit di atas lapangan. Di Peru, turnamen sepak bola terbesar di dunia itu justru memunculkan tren unik yang menarik perhatian.
Sejumlah orang tua memilih memberikan nama Erling Haaland kepada bayi mereka setelah menyaksikan penampilan gemilang penyerang Norwegia tersebut.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sepak bola tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga mampu memengaruhi budaya populer hingga keputusan pribadi, termasuk dalam memilih nama untuk anak. Popularitas seorang pesepak bola ternyata bisa meninggalkan jejak yang jauh melampaui pertandingan.
Baca Juga: Terungkap! Pelaku Ancaman Bom SDN Srengseng Sawah 15 Akui Iseng, Punya Masalah Pinjol
Penampilan Erling Haaland Memicu Tren Nama Bayi di Peru
Performa impresif Erling Haaland selama Piala Dunia 2026 menjadi sorotan publik dunia. Penyerang Norwegia itu tampil tajam dengan koleksi tujuh gol hanya dalam empat pertandingan, termasuk dua gol penting saat membantu Norwegia menyingkirkan Brasil dan melaju ke perempat final pada 6 Juli 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian bersejarah karena untuk pertama kalinya Norwegia berhasil menembus babak perempat final Piala Dunia.
Dampak dari penampilan Haaland ternyata terasa hingga Peru. Berdasarkan data RENIEC, lembaga resmi pencatatan sipil dan identitas Peru, sebanyak 468 bayi baru lahir didaftarkan menggunakan nama belakang "Haaland". Selain itu, terdapat 91 bayi yang diberi nama lengkap "Erling Haaland" dalam beberapa pekan sejak turnamen berlangsung.
Lonjakan ini mulai terlihat sejak fase awal Piala Dunia dan meningkat setelah Norwegia memastikan tempat di babak delapan besar.
Nama Pesepak Bola Sudah Lama Menjadi Tren di Peru
Menurut juru bicara RENIEC, Ivan Torres, masyarakat Peru memang memiliki kebiasaan menjadikan nama pesepak bola terkenal sebagai inspirasi ketika menamai anak mereka.
Dalam wawancaranya bersama Panamericana Televisión, ia mengatakan bahwa tren tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan kembali meningkat selama Piala Dunia 2026.
"Nama-nama pesepak bola memang sering menjadi inspirasi bagi orang tua di Peru. Lonjakan nama Haaland mulai terlihat sejak Piala Dunia bergulir," ujar Ivan Torres.
Torres bahkan sempat melontarkan candaan mengenai popularitas sang striker.
"Haaland juga orang Peru," katanya sambil bercanda.
Pernyataan itu menggambarkan betapa besarnya antusiasme masyarakat Peru terhadap sepak bola internasional.
Daftar Nama Pesepak Bola yang Populer di Peru
Fenomena penggunaan nama pemain sepak bola ternyata bukan hal baru. Data RENIEC menunjukkan beberapa nama pesepak bola dunia telah lama menjadi favorit masyarakat Peru.
Berikut daftar nama pemain yang paling banyak digunakan:
- Neymar: 33.809 orang.
- Messi: 3.402 orang, termasuk 292 orang bernama lengkap Lionel Messi.
- Cristiano Ronaldo: 1.185 orang.
- Yamal: 1.241 orang, terinspirasi dari bintang muda Spanyol, Lamine Yamal.
- Haaland: 468 bayi baru lahir menggunakan nama belakang Haaland.
- Erling Haaland: 91 bayi menggunakan nama lengkap tersebut.
Data tersebut memperlihatkan bahwa nama pesepak bola sering kali menjadi simbol kekaguman orang tua terhadap atlet yang dianggap berprestasi dan menginspirasi.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah! Ini Bocoran Teka-teki Snack MPLS 2026 yang Viral
Sepak Bola Tak Lagi Sekadar Pertandingan
Popularitas Erling Haaland selama Piala Dunia 2026 menjadi contoh bagaimana olahraga mampu memengaruhi kehidupan sosial dan budaya. Prestasi di lapangan ternyata dapat mengubah tren penamaan bayi di negara yang bahkan bukan berasal dari kampung halaman sang pemain.
Fenomena serupa kemungkinan akan terus muncul setiap kali lahir bintang baru yang mencuri perhatian dunia. Bagi sebagian orang tua, nama seorang atlet bukan sekadar identitas, melainkan juga harapan agar anak mereka tumbuh dengan semangat, kerja keras, dan prestasi seperti idolanya.
Tren nama bayi Erling Haaland di Peru menjadi bukti bahwa dampak Piala Dunia 2026 melampaui hasil pertandingan. Ketika aksi seorang pemain mampu menginspirasi ratusan keluarga dalam memilih nama untuk buah hati mereka, sepak bola telah menjadi bagian dari budaya populer yang menyentuh kehidupan sehari-hari. Fenomena ini juga menegaskan bahwa sosok pesepak bola dunia tidak hanya dikenang lewat gol-golnya, tetapi juga melalui pengaruhnya terhadap masyarakat di berbagai belahan dunia.
