"Olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan. Saya mengapresiasi seluruh panitia dan komunitas diaspora yang berhasil menghadirkan kegiatan positif ini. Semoga IAG terus berkembang menjadi agenda tahunan yang membanggakan," kata Raja Sapta.
Senada dengan hal tersebut, Dubes RI Dwisuryo Indroyono Soesilo menilai IAG sebagai instrumen diplomasi budaya yang efektif untuk memperkuat citra positif Indonesia di mata publik AS.
"Kegiatan seperti ini bukan hanya mempererat hubungan antardiaspora, tetapi juga memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi persatuan, keberagaman, dan sportivitas," pungkasnya.
Melalui IAG 2026, diaspora Indonesia membuktikan bahwa meski terpisah jarak ribuan mil dari tanah air, semangat gotong royong dan identitas kebangsaan tetap hidup kuat di mana pun mereka berada.
