Setelah upacara selesai, penerima pesan baru menyadari adanya ancaman tersebut dan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Polisi Langsung Datangi Lokasi
Nurma menjelaskan laporan mengenai pesan ancaman diterima sekitar pukul 07.30 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, kepolisian bersama unsur pemerintah setempat langsung mendatangi sekolah untuk melakukan pengamanan.
"Laporannya pukul 07.30 WIB, tetapi memang di WhatsApp itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru melihat. Kita langsung datang semuanya; polisi, camat, lurah," ujar Nurma.
Polisi Masih Selidiki Pelaku Ancaman
Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki asal-usul pesan ancaman tersebut. Belum dapat dipastikan apakah ancaman itu merupakan aksi teror sungguhan atau hanya berupa ancaman palsu.
Sementara proses penyelidikan berlangsung, aparat memastikan area sekolah tetap berada dalam pengawasan ketat guna menjamin keamanan siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
