Jakpro Tuntaskan Pemasangan Girder Terakhir LRT Jakarta Fase 1B, Ditargetkan Beroperasi Agustus

Kamis 09 Jul 2026, 21:40 WIB
Kereta Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek. (Sumber: Poskota)
Kereta Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek. (Sumber: Poskota)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menuntaskan proses pengangkatan girder terakhir dalam pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai.

Pemasangan balok penyangga tersebut menjadi penanda rampungnya seluruh pekerjaan erection girder di sepanjang lintasan proyek yang ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.

Girder terakhir dipasang di atas kawasan Double-Double Track (DDT) Manggarai, yang sejak awal menjadi salah satu titik paling krusial dalam pembangunan karena berada di atas jalur kereta aktif dengan intensitas perjalanan yang tinggi.

Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin mengatakan, proses pengerjaan membutuhkan perencanaan matang dan koordinasi intensif dengan berbagai pihak agar tidak mengganggu operasional kereta yang tetap berlangsung.

Baca Juga: Hari Transportasi Nasional 24 April 2026: Naik Transjakarta, MRT, dan LRT Cuma Rp1

"Area DDT Manggarai merupakan titik kritikal terakhir dalam pembangunan LRT Jakarta Fase 1B. Keberhasilan pengangkatan girder terakhir di titik ini menjadi capaian penting bagi seluruh tim di lapangan, karena tantangannya bukan hanya pada aspek teknis konstruksi, tetapi juga pada koordinasi keselamatan dengan operasional perkeretaapian yang tetap berlangsung," kata Iwan kepada awak media, Kamis, 9 Juli 2026.

Iwan menjelaskan, pekerjaan di kawasan DDT Manggarai dilakukan dengan memanfaatkan working window atau waktu kerja yang terbatas agar tetap selaras dengan jadwal operasional kereta api. Oleh karena itu, seluruh tahapan pelaksanaan harus dilakukan secara presisi dengan mengedepankan aspek keselamatan.

"Dengan rampungnya pemasangan girder terakhir tersebut, seluruh rangkaian pekerjaan pengangkatan girder di koridor Velodrome–Manggarai kini telah tersambung 100 persen. Capaian itu sekaligus menjadi salah satu tahapan konstruksi paling menantang yang berhasil diselesaikan dalam proyek LRT Jakarta Fase 1B," ujarnya.

Ia menuturkan, progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B telah mencapai 94,061 persen hingga pekan keempat Juni 2026. Pekerjaan akan difokuskan pada penyelesaian konstruksi lanjutan, pengujian sistem, serta persiapan operasional sebelum layanan dibuka untuk masyarakat.

Baca Juga: Asik! Naik Transjakarta, MRT, dan LRT di Jakarta Cuman Bayar Rp1 Hari Ini

"Kami menargetkan LRT Jakarta Fase 1B memasuki tahap operasional pada Agustus 2026, seiring dengan penyelesaian tahapan konstruksi dan kesiapan sistem secara menyeluruh," ucapnya.

Menurut Iwan, kehadiran jalur Velodrome–Manggarai nantinya akan memperkuat konektivitas antarmoda transportasi publik di Jakarta. Jalur tersebut diharapkan mampu meningkatkan integrasi layanan transportasi sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat di Ibu Kota.

"Kami berkomitmen penuh untuk menuntaskan proyek ini sesuai target. Ini bukan semata soal penyelesaian konstruksi, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin terintegrasi, andal, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Jakarta," tuturnya.


Berita Terkait


News Update