Obrolan Warteg: Dulu Bahan Bangunan, Kini Sumber Energi Dikorupsi

Rabu 08 Jul 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg, Rabu, 8 Juli 2026. (Sumber: Poskota)
Ilustrasi Obrolan Warteg, Rabu, 8 Juli 2026. (Sumber: Poskota)

Oleh : Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID – Dulu kita mengenal istilah doyan makan semen, pasir,batu dan aspal. Ini sindiran yang diberikan kepada para koruptor dengan modus mengurangi standar kualitas proyek pembangunan infrastruktur.

Standar tak sesuai kualitas karena anggaran sudah dipotong sekian persen berupa fee sebagai kompensasi agar proyek berjalan mulus.

Kini, korupsi tak hanya terkait proyek pembangunan fisik, tetapi sudah meluas hingga ke sumber daya alam.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Dasco Ucapkan Ultah ke Nadiem, Ada Apa?

Belakangan sektor sumber energi pun sudah dikorupsi dengan kerugian negara yang lebih besar lagi hingga ratusan triliun rupiah seperti diungkap Kejaksaan Agung yang menangani kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang minyak di Pertamina awal tahun 2025.

Seperti ramai diberitakan, salah satu modus yang diungkap adalah pengoplosan komoditas BBM beroktan tinggi dengan kualitas rendah, kemudian dipasarkan ke publik dengan harga beroktan tinggi.

“Sempat viral, produk BBM tersebut ditinggalkan konsumen yang beralih ke produk sejenis yang dikelola pihak swasta,” kata bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Teranyar, perkara tindak pidana korupsi, pencucian uang terkait pemenuhan pasokan batu bara pada sejumlah PLTU selama periode tahun 2018 – 2026 yang sedang ditangani Kortas Tipikor Polri dengan kerugian negara ditaksir Rp6 triliun,” tambah Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Tugas Mulia Ibu – Ibu Srikandi Jaga Desa

“Dampak penyimpangan rantai pasok batu bara ini diindikasikan menjadi salah satu pemicu terjadinya blackout (pemadaman listrik) di Sumatera dan sejumlah wilayah Indonesia,” urai mas Bro.


Berita Terkait


News Update