Menurut Rommy, hasil pemeriksaan radiologi menunjukkan adanya patah tulang pada dasar tengkorak akibat lintasan peluru yang masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan.
Kerusakan berat pada dasar tengkorak tersebut menyebabkan korban meninggal dunia dalam waktu sangat singkat atau sudden death.
"Cedera inilah yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death," terang Rommy.
Baca Juga: Kronologi Penembakan Pengacara di Tanah Abang, Pelaku Ditangkap
Selain kondisi korban, Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Era Adinata menyampaikan bahwa penyidik juga sudah mengantongi terduga pelaku.
Hasil penyelidikan sementara menyimpulkan aksi tersebut diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Bakusip, kelompok baru yang dipimpin oleh M. Mbalingga.
"Dalam sejumlah unggahan media sosial, yang bersangkutan mengaku sebagai bagian dari kelompok pimpinan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo," jelas Era.
Lanjut Era, penyidik masih mendalami hubungan kelompok Bakusip dengan kelompok Elkius Kobak serta motif penyerangan terhadap pesawat PT AMA yang melayani penerbangan kemanusiaan di pedalaman Papua.
Temuan forensik itu menjadi petunjuk penting untuk memperkuat pembuktian pidana dalam mengusut penembakan yang menjadi sorotan internasional.
