Kemensos Tambah 1.000 Peserta Didik Baru Sekolah Rakyat di Jakarta

Jumat 03 Jul 2026, 22:45 WIB
Mensos Saifullah Yusuf menyampaikan keterangan saat acara open house orang tua calon siswa SRMA 10 di Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat, 3 Juli 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)
Mensos Saifullah Yusuf menyampaikan keterangan saat acara open house orang tua calon siswa SRMA 10 di Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat, 3 Juli 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Sementara itu, lulusan SMA akan diberikan dua pilihan utama, yakni melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau menjadi tenaga kerja terampil.

"Maka itu di sekolah rakyat bagi yang berminat untuk belajar bahasa asing akan dibimbing sampai Tuntas. Yang bahasa Inggris diantarkan untuk bisa belajar bahasa Inggris, yang bahasa Arab begitu, bahasa Mandarin begitu, dan juga ada yang bahasa Jerman, bahasa-bahasa yang lainnya. Sesuai dengan minat bakat adik-adik sekalian," ucapnya.

Lebih lanjut, Saifullah mengungkapkan, Sekolah Rakyat tidak menerapkan tes akademik sebagai syarat penerimaan siswa. Menurutnya, latar belakang kemampuan akademik peserta didik sangat beragam, mulai dari yang belum bisa membaca hingga yang memiliki kemampuan bahasa asing secara otodidak.

Untuk mendukung pengembangan potensi siswa, Kementerian Sosial juga menerapkan tes DNA Talent berbasis kecerdasan buatan (AI) guna memetakan minat dan bakat setiap peserta didik.

Meski memiliki pendekatan pendidikan yang berbeda, ia memastikan Sekolah Rakyat tetap merupakan lembaga pendidikan formal yang menggunakan kurikulum nasional dan memberikan ijazah resmi kepada peserta didiknya.

Gus Ipul mengungkapkan, Sekolah Rakyat menerapkan sistem multi entry dan multi exit yang memungkinkan siswa menyelesaikan pendidikan lebih cepat sesuai kemampuan masing-masing. Tahun ini tercatat ratusan siswa berhasil lulus hanya dalam waktu satu tahun pembelajaran.

"SD ada 329 yang lulus, SMP 113 orang, SMA 119 orang. Padahal mereka baru sekolah satu tahun karena memang kemampuan mereka memungkinkan untuk percepatan," ujarnya.

Selain pendidikan akademik, seluruh siswa Sekolah Rakyat juga mendapatkan fasilitas penunjang berupa asrama, makan tiga kali sehari, dua kali makanan ringan, perlengkapan sekolah lengkap, serta seragam dalam delapan jenis.

"Makannya tiga kali sehari, snack dua kali sehari, mendapat seragam sekolah dan perlengkapan sekolah lengkap. Pembelajarannya menggunakan learning management system, siswanya memakai laptop dan gurunya menggunakan smartboard. Karena mereka adalah digital native, sejak awal diperkenalkan bagaimana memanfaatkan teknologi dengan baik dan tidak menjadi korban teknologi," kata Gus Ipul.


Berita Terkait


News Update