Obrolan Warteg: Adil Makmur Harus Jelas, Tegas dan Transparan

Selasa 30 Jun 2026, 15:16 WIB
Ilustrasi obrolan warteg, Selasa, 30 Juni 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)
Ilustrasi obrolan warteg, Selasa, 30 Juni 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Oleh : Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID – Logo resmi HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 telah diumumkan pemerintah. Logo tersebut hasil pilihan rakyat berdasarkan hasil jajak pendapat ( polling) yang dibuka oleh Kementerian Sekretariat Negara pada 24-28 Juni 2026.

Dari lima logo nominator yang digelar, logo nomor dua karya desainer Fajar Novario asal Kota Padang, Sumatera Barat, mendapat suara terbanyak. Memperoleh 44,73 persen dari total 68.569 suara yang masuk selama lima hari periode pemilihan oleh masyarakat.

“Selamat kepada Fajar sebagai pemenang sayembara hingga hasil karyanya dijadikan logo resmi HUT ke-81 RI. Dia masih berusia muda, masuk Gen Z ,,” kata bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Selamat juga karena memperoleh uang tunai seratus juta dan hadiah lain dari Presiden Prabowo Subianto,” tambah Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: BUMN Bukan Tempat Bancakan

“Itu kebanggaan tersendiri, cermin anak muda berprestasi demi negerinya, terlebih terkait dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI,”  kata mas Bro.

“Mengapa logo tersebut yang banyak dipilih?” tanya Yudi.

“Ya. itu kan pilihan masyarakat, tentu punya argumentasi tersendiri, Tetapi secara umum desain logo yang mengangkat konsep “Kolektif, Sinergi dan Bertumbuh” itu dinilai tegas dan punya filosofi kuat,” kata mas Bro.

“Setuju Bro. Jelas, tegas dan transparan harus menjadi komitmen kuat dalam mewujudkan Indonesia berdaulat, adil dan makmur yang menjadi tema utama dari logo HUT ke-81 RI,” kata Heri.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Safari Loloskan PSI Ke Senayan

Seperti diketahui, tulisan “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur “ berada di sebelah kanan, sejajar dengan logo HUT ke-81 RI.

“Jelas berarti terang, nyata, gamblang, mudah dipahami. Tegas itu artinya tentu atau pasti. Bisa juga teguh hati karena punya prinsip. Sedangkan transparan adalah terbuka, tidak ada yang disembunyikan,” kata mas Bro.

“Yang benar katakan benar, yang salah katakan juga salah. Jika baik katakan baik, buruk katakan buruk. Katakan dengan sejujurnya,” kata Heri.

“Jika keadilan belum baik, jangan ditutup – tutupi.  Begitu juga jika kemakmuran belum terwujud, maka katakan sejujurnya, bukan disembunyikan. Ingat keburukan tak selamanya dapat ditutupi,  pada saatnya  akan terungkap juga,” urai Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Integritas Perlu Realitas, Tak Sebatas Di Atas Kertas

“Pepatah berbahasa Jawa mengatakan: Becik ketitik, olo ketoro, yang artinya sesuatu yang baik, saatnya akan terungkap baik, begitu juga hal buruk pada waktunya akan terlihat keburukannya. Kebaikan atau keburukan pada saatnya akan terungkap. Waktu yang akan mengungkapnya,” urai mas Bro.

“Karenanya jangan sembunyikan kebenaran semu, terlebih palsu. Jangan katakan yang buruk menjadi baik atau sebaliknya,” kata Yudi.


Berita Terkait


News Update