6 Tahun Innovillage, Telkom Cetak Ribuan Inovator Muda dari 22 Provinsi

Selasa 30 Jun 2026, 16:08 WIB
Telkom menggelar Innovillage sebagai wadah wadah pengembangan kapasitas talenta digital muda. (Sumber: Dok. Telkom)
Telkom menggelar Innovillage sebagai wadah wadah pengembangan kapasitas talenta digital muda. (Sumber: Dok. Telkom)

BANDUNG, POSKOTA.CO.ID - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berkomitmen membangun ekosistem talenta digital melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi untuk menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan lewat program Innovillage yang memasuki penyelenggaraan tahun keenam bekerja sama dengan Telkom University.

Bertemakan "Bersama Jadi Bisa" lewat pilar program TJSL BISA PandAI, Innovillage tidak hanya menjadi ajang kompetisi inovasi sosial, tetapi juga wadah pengembangan kapasitas talenta digital muda untuk merancang serta mengimplementasikan solusi berbasis teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Sebagai bagian dari rangkaian penyelenggaraan tahun ini, Innovillage turut menghadirkan Industrial & Social Innovation Ecosystem Forum beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan, dengan Penguatan Prinsip Kepatuhan Regulasi dan Kapabilitas Pengambil Keputusan

Forum tersebut menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan akademisi, pelaku industri, pemerintah, komunitas, serta talenta digital muda guna memperkuat sinergi dalam pengembangan inovasi berbasis teknologi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung percepatan transformasi digital Indonesia.

Tahun ini, Innovillage melibatkan lebih dari 10.664 talenta digital muda dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Program ini berhasil menghasilkan 878 inovasi yang telah diimplementasikan di tengah masyarakat, memfasilitasi 1.281 sertifikasi pengembangan kompetensi mahasiswa, serta memberikan manfaat kepada 39.084 penerima manfaat yang tersebar di 22 provinsi.

Beragam inovasi yang dikembangkan mencakup isu strategis seperti pendidikan inklusif, ketahanan pangan, kesehatan, pelestarian lingkungan, pemberdayaan UMKM dan perempuan, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk menjawab tantangan pembangunan di berbagai daerah.

Vice President IT Digital Governance & Quality Telkom, Riza A.N. Rukmana menyampaikan, pengembangan talenta digital merupakan salah satu fondasi penting dalam memperkuat daya saing bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Baca Juga: Sustainability Report 2025: TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

"Melalui Innovillage, TelkomGroup ingin terus membuka ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi sosial berbasis teknologi yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan masa depan digital Indonesia yang lebih berkelanjutan," kata Riza.

Selain mendorong lahirnya berbagai inovasi, Innovillage juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi lintas disiplin, serta mengembangkan solusi berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, Telkom berharap semakin banyak talenta digital muda yang tidak hanya memiliki kompetensi teknologi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi nasional.

Ke depan, TelkomGroup akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas dampak program Innovillage sekaligus memperkokoh ekosistem inovasi digital nasional. Telkom optimistis pengembangan talenta digital yang berkelanjutan akan melahirkan inovator-inovator masa depan yang mampu meningkatkan daya saing bangsa serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, industri, dan negara.


Berita Terkait


News Update