“Generasi masa depan harus bisa bergerak dengan mudah, aman, murah, dan ramah lingkungan,” tukasnya.
Keempat, memperkuat ketahanan iklim Jakarta. Perubahan iklim adalah tantangan besar yang tidak bisa ditunda. Jakarta harus semakin serius mengendalikan banjir, memperluas ruang hijau, mengurangi emisi, memperbaiki kualitas udara, menghentikan ketergantungan pada air tanah, serta memperkuat perlindungan kawasan pesisir.
“Anak-anak kita berhak mewarisi Jakarta yang lebih aman dari banjir, lebih bersih udaranya, dan lebih tangguh menghadapi perubahan iklim,” imbuhnya.
Baca Juga: Kasus Campak Bertambah, Fahira Idris Minta Kepala Daerah Lakukan 7 Langkah Strategis Ini
Kelima, menjadikan ekonomi kreatif dan UMKM sebagai ruang tumbuh anak muda. Fahira Idris menilai Jakarta memiliki modal besar berupa kreativitas, keberagaman, budaya, kuliner, fesyen, musik, film, teknologi, dan komunitas anak muda yang sangat dinamis.
Pemerintah Provinsi perlu terus memperluas inkubator bisnis, ruang kolaborasi, akses pembiayaan, pelatihan digital, serta pasar bagi produk-produk anak muda Jakarta. Kota global, kata Fahira Idris, tidak hanya dibangun oleh korporasi besar, tetapi juga oleh jutaan pelaku usaha kecil, kreator, pekerja kreatif, dan wirausaha muda.
Keenam, memastikan Jakarta menjadi kota yang aman dan inklusif. Fahira Idris menegaskan bahwa generasi masa depan membutuhkan kota yang melindungi semua warganya, termasuk anak-anak, perempuan, lansia, penyandang disabilitas, pekerja informal, dan warga rentan. Ruang publik, sekolah, transportasi, layanan kesehatan, dan fasilitas kota harus semakin ramah, aman, dan mudah diakses.
“Jakarta harus menjadi kota di mana setiap orang merasa aman, dihormati, dan memiliki kesempatan yang sama untuk maju,” kata Fahira Idris.
Baca Juga: Waduk Cilangkap Batu Licin Diresmikan, Fahira Idris Berharap Efektif Tanggulangi Banjir Jakarta
Ketujuh, memperkuat partisipasi warga dan kolaborasi. Fahira Idris meyakini masa depan Jakarta tidak bisa hanya dibangun oleh pemerintah. Warga, komunitas, dunia usaha, kampus, organisasi masyarakat, tokoh agama, media, dan generasi muda harus dilibatkan sebagai bagian dari solusi.
Jakarta, lanjut Fahira Idris, selalu kuat karena semangat kebersamaan. Dari kampung kota, pasar rakyat, sekolah, ruang komunitas, hingga Kepulauan Seribu, semua harus menjadi bagian dari perjalanan Jakarta menuju lima abad.
Fahira Idris optimistis Jakarta mampu memasuki usia lima abad sebagai kota yang semakin matang, modern, inklusif, dan berdaya saing. Namun, hal itu hanya dapat terwujud jika pembangunan Jakarta sejak hari ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan generasi masa depan.
