Budi menjelaskan, peningkatan layanan dilakukan melalui pengaturan jadwal keberangkatan bus yang lebih akurat guna mempercepat waktu tempuh perjalanan penumpang.
Pemerintah juga memperkuat akses first mile dan last mile melalui perbaikan fasilitas di titik transit, integrasi fisik yang lebih baik dengan halte dan stasiun, serta penyediaan layanan pengumpan seperti Mikrotrans.
Pemprov DKI berharap masyarakat tetap menjadikan transportasi publik sebagai pilihan utama meskipun nantinya terjadi penyesuaian tarif pada layanan Transjabodetabek.
Baca Juga: Tarif Transjabodetabek Bakal Naik, Pengamat: Pemda Harus Siapkan Angkutan Feeder
"Perbaikan fasilitas pendukung di titik transit, integrasi fisik yang aman dengan halte dan stasiun, serta penyediaan rute pengumpan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemudahan akses masyarakat," tutur Budi.
DPRD DKI Minta Kenaikan Tarif Tetap Terjangkau
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harian Paloh, mengungkapkan pihaknya telah menggelar rapat kerja bersama PT Transjakarta untuk membahas rencana kenaikan tarif Transjabodetabek.
Menurut Nova, DPRD ingin memastikan bahwa penyesuaian tarif tidak terlalu memberatkan masyarakat dan tetap mempertimbangkan kemampuan ekonomi pengguna layanan.
"Kemarin kebetulan kita panggil TransJakarta untuk rapat kerja bersama terkait dengan statement dari Pemprov ada kenaikan tarif Rp10 ribu dan Rp15 ribu. Tentunya saya menanyakan secara langsung seperti apa ini," katanya.
Nova menjelaskan kondisi fiskal Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah menghadapi tekanan akibat situasi ekonomi global. Di sisi lain, pemerintah daerah juga harus menanggung beban subsidi yang cukup besar untuk mendukung operasional layanan transportasi publik.
"Transjakarta itu kurang lebih 1,4 juta penumpang per hari, sekitar 400 juta penumpang per tahun. Itu harus kita subsidi kurang lebih Rp9.000 per penumpang, dan JakLingko itu gratis. Artinya memang kondisi fiskal ini lagi tidak bagus, memang ada wacana dari Pemprov untuk menaikkan tarif," ujarnya.
Meski demikian, Nova mendorong agar PT Transjakarta terlebih dahulu berdialog dengan para pengguna layanan Transjabodetabek sebelum menetapkan tarif baru.
Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan penyesuaian tarif harus tetap memperhatikan daya beli masyarakat agar transportasi umum tetap menjadi pilihan yang terjangkau bagi warga Jakarta dan daerah penyangga.
