Demo di Jakarta Memanas, Massa Aksi Dihadang Aparat di Jalan Sudirman

Jumat 12 Jun 2026, 16:57 WIB
Massa aksi mahasiswa yang hendak berunjuk rasa di kawasan Bunderan HI, Jakarta Pusat, tertahan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (12/6/2026). (Sumber: Poskota | Foto: Pandi Ramedhan)

Massa aksi mahasiswa yang hendak berunjuk rasa di kawasan Bunderan HI, Jakarta Pusat, tertahan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (12/6/2026). (Sumber: Poskota | Foto: Pandi Ramedhan)

"Penguasaan ranah-ranah sipil oleh militer juga menjadi salah satu hal yang kami soroti karena dianggap belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.

Massa Tetap Bertahan Meski Jalan Ditutup Aparat

Hingga pukul 15.40 WIB, massa aksi masih berupaya menembus blokade untuk mencapai Bundaran HI. Namun, aparat kepolisian tetap melakukan penjagaan ketat di sejumlah titik.

Akibat konsentrasi massa di badan jalan, arus lalu lintas di depan Gedung BLU, Jalan Jenderal Sudirman, terpaksa ditutup sementara untuk menghindari kemacetan dan menjaga keamanan.

Di tengah terik cuaca, massa terus menyuarakan tuntutan melalui pengeras suara dan orasi secara bergantian.

Driver Ojol Ikut Turun ke Jalan Protes Kenaikan Harga BBM dan Sembako

Aksi tersebut juga diikuti sejumlah pengemudi ojek online (ojol) yang mengaku terdampak langsung oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok.

Salah satunya Asep, pengemudi ojol asal Jakarta Pusat. Ia mengaku ikut bergabung dalam aksi karena merasa beban hidup masyarakat semakin berat.

Menurutnya, kenaikan harga BBM turut berdampak pada biaya operasional sehari-hari, mulai dari harga oli hingga suku cadang kendaraan.

"Harga oli sudah naik, sembako naik, spare part juga naik. Sementara pendapatan kami tidak bertambah. Kami berharap pemerintah bisa mendengar suara rakyat kecil," ujar Asep saat berorasi.

Aksi unjuk rasa pun masih berlangsung hingga sore hari dengan massa yang terus menyuarakan tuntutan terkait kondisi ekonomi, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi.


News Update