Video Lengkap Visitasi UIN Jakarta Beredar, Kuasa Hukum Klaim Bantah Tuduhan Penyerbuan dan Kekerasan

Rabu 10 Jun 2026, 22:50 WIB
Tangkapan layar video penghalangan kegiatan Visitasi UIN Jakarta di Madrasah Pembangunan Pamulang, Tangerang Selatan. (Sumber: Istimewa)

Tangkapan layar video penghalangan kegiatan Visitasi UIN Jakarta di Madrasah Pembangunan Pamulang, Tangerang Selatan. (Sumber: Istimewa)

CIPUTAT TIMUR, POSKOTA.CO.ID - Video utuh kegiatan visitasi dan sosialisasi yang dilakukan Rektorat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di lingkungan Triguna dan SDIP Pamulang beredar luas di media sosial.

Rekaman tersebut dinilai memberikan gambaran lebih lengkap mengenai peristiwa yang sebelumnya memicu berbagai narasi dan tuduhan di ruang publik.

Kuasa hukum UIN Jakarta, Alwanih, mengatakan video yang beredar justru menunjukkan kronologi kejadian secara menyeluruh. Menurutnya, sejumlah tuduhan yang sebelumnya dialamatkan kepada pihak rektorat tidak sesuai dengan fakta yang terekam dalam video tersebut.

“Video yang beredar secara utuh justru memperlihatkan kronologi yang sebenarnya. Kegiatan visitasi dan sosialisasi dilakukan secara terbuka dan resmi oleh pihak Rektorat UIN dan Kementerian Agama," ujar Alwanih, dalam keterangannya kepada awak media, Rabu, 10 Juni 2026.

Baca Juga: Tiga Satuan Pendidikan Resmi Berada di Bawah UIN Jakarta, Kuasa Hukum Ingatkan Risiko Hukum Klaim Sepihak

Dengan demikian, kata Alwanih, video itu jelas meluruskan sejumlah informasi yang berkembang agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh dan berimbang.

Dalam kegiatan itu, Rektor UIN Jakarta bersama jajaran datang ke lokasi untuk menjalankan kegiatan sosialisasi dan visitasi terkait status satuan pendidikan yang berada di bawah naungan UIN Jakarta. 

Alwanih,  menilai tudingan bahwa pihak kampus melakukan penyerbuan tidak memiliki dasar yang kuat. Dalam rekaman tersebut, rombongan rektorat terlihat memasuki area sekolah secara terbuka dan menyapa sejumlah pihak yang berada di lokasi. Namun, kata Alwanih, situasi berubah ketika akses menuju area sekolah ditutup.

“Dalam video terdengar jelas adanya perintah yang disampaikan oleh Ilham Aufa dengan kalimat, ‘Perintah saya tidak boleh dibuka’, yang kemudian diikuti dengan penutupan akses,” beber Alwanih.

Baca Juga: UIN Jakarta Pastikan Visitasi Integrasi Pendidikan Berjalan Lancar tanpa Ganggu KBM

Alwanih juga membantah tuduhan mengenai pengerahan massa oleh pihak kampus. Berdasarkan video dan fakta di lapangan, menurutnya, justru terdapat puluhan orang yang melakukan penghadangan terhadap kegiatan resmi yang sedang berlangsung.


Berita Terkait


News Update