Ini Alasan Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah akan Somasi Walikota Tangsel

Kamis 17 Okt 2019, 15:35 WIB

TANGSEL – Buntut kasus tewasnya mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah akibat ditabrak truk pengangkut tanah,   Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UIN Ciputat melayangkan surat somasi ke Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Wali Kota Tangsel  dianggap lalai mengatur truk angkutan berat melintas. “Ada perbedaan antara Peraturan Walikota Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pengaturan Operasi Kendaraan Angkutan Barang dengan praktek di lapangan karena pasal 5 berbunyi ‘Evaluasi terhadap pelaksanaan peraturan ini dilakukan secara berkala paling sedikit satu kali dalam setahun’. Jelas disini sebuah kelalaian dari walikota,” ujar Zaqi, anggota KBM UIN Syarif Hidayatullah Ciputat saat menyambangi Mapaolres Tangsel, Kamis (17/10/2019). Masalah standar operasional dalam regulasi di atas belum relevan. Poin kedua, pada Pasal 5 dan sebagainya dalam peraturan tersebut masih dirasa lentur. “Perlu ada penegasan pertama dari kepolisian, kedua dari Dishub, dan ketiga kita mau gruduk walikota. Kenapa? karena yang punya kebijakan adalah walikota, dan kita akan layangkan somasi,” tegasnya. Pihaknya mencontoh Kabupaten/Kota Tangerang, waktu itu sempet ada korban dan sebagainya akhirnya dibuat maklumat bahwa mulai dari pagi sampai sore tidak ada kendaraan bermuatan besar yang melalu lalang di daerah kabupaten/kota di Tangerang. Ini untuk keselamatan masyarakat banyak sehingga somasi kita berikan ke Walikota Tangsel untuk membuat langkah yang lebih tegas dan baik untuk masa mendatang. Menurut dia, sudah tujuh tahun terakhir Tangsel digenjot dengan pembangunan nasional, maka perlu percepatan pembangunan. Tetapi terkadang dalam persoalan keselamatan tidak dioptimalkan dan diupayakan dengan baik. Namun korban berjatuhan di jalanan akibat truk bermuatan besar melintas sudah keterlaluan jadi perlu solusi yang tepat agar mereka tidak unggal unggalan di jalanan. Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Lalu Hedwin, mengakui kedatangan sejumlah anggota KBM UIN Ciputat untuk berkomunikasi serta mencari masukan terkait makin banyaknya truk berat melintas saat jam sibuk kerja dan kerap menimbulkan korban jiwa di jalanan. “Kami hanya bersilahturahmi dan saling memberikan masukan terkait aturan yang ada khususnya atas kejadian kecelakaan lalu lintas beberapa waktu lalu akibat truk bermuatan tanah menabrak mahasiswi UIN Ciputat,” tuturnya. (anton/M3/tri)


News Update