Ekonom Ungkap Alasan Pasar Elektronik Glodok Tak Lagi Seramai Dulu

Senin 08 Jun 2026, 11:37 WIB
Situasi pusat elektronik di Pasar Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, Rabu, 8 Oktober 2025. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Situasi pusat elektronik di Pasar Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, Rabu, 8 Oktober 2025. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Ia menilai, kehadiran marketplace telah mengubah pola perdagangan secara signifikan. Konsumen kini lebih sering membandingkan harga dan mencari produk melalui platform digital sebelum memutuskan untuk membeli.

Akibatnya, jumlah pengunjung yang datang langsung ke pusat perdagangan elektronik seperti Glodok terus mengalami penurunan.

Menurut Esther, pedagang offline juga menghadapi tekanan dari persaingan harga. Banyak penjual online mampu menawarkan harga lebih rendah karena memiliki rantai distribusi yang lebih singkat dan sebagian mendapatkan barang langsung dari pabrik atau importir.

Sementara itu, pedagang konvensional masih harus menanggung berbagai biaya operasional, seperti sewa kios, listrik, hingga gaji karyawan.

“Pedagang di Glodok tetap harus menanggung biaya operasional seperti sewa kios dan gaji karyawan, sementara pendapatan mereka terus tergerus,” ujarnya.

Meski demikian, Esther menilai peluang untuk bertahan masih terbuka lebar apabila para pedagang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen.

Ia menyarankan para pelaku usaha mulai memanfaatkan marketplace sebagai sarana pemasaran guna menjangkau konsumen yang lebih luas, tidak hanya dari Jakarta tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, penerapan strategi omnichannel atau integrasi antara toko fisik dan toko online dinilai dapat menjadi solusi untuk meningkatkan penjualan.

“Pelanggan bisa melihat barang secara langsung di toko fisik, tetapi tetap memiliki pilihan untuk bertransaksi secara online,” tuturnya.

Pemanfaatan media sosial seperti TikTok dan Instagram juga dinilai penting untuk memperkuat promosi produk. Melalui konten kreatif dan siaran langsung (live streaming), pedagang dapat menjangkau lebih banyak calon pembeli sekaligus meningkatkan daya saing di tengah ketatnya persaingan bisnis elektronik saat ini.


News Update