Daya Beli Masyarakat Lemah, Sejumlah Warung Madura di Jakarta Keluhkan Omset Menurun

Kamis 28 Mei 2026, 19:15 WIB
Udin, 47 tahun, pemilik Warung Madura di Jalan Duri Raya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tengah melayani pembeli, Kamis, 28 Mei 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Udin, 47 tahun, pemilik Warung Madura di Jalan Duri Raya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tengah melayani pembeli, Kamis, 28 Mei 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sejumlah pedagang sembako Warung Madura di Jakarta mengeluhkan adanya penurunan omset dalam beberapa waktu belakangan ini yang dipicu akibat pelemahan daya beli masyarakat khususnya untuk kelas menengah ke bawah.

Seperti misalnya Udin, 47 tahun, salah satu pedagang Warung Madura di Jalan Duri Raya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang merasakan langsung dampak pelemahan daya beli masyarakat terhadap omset penjualan.

"Dampaknya ya omset jadi menurun, ya mau gimana kalau udah masalah ekonomi udah susah," kata Udin kepada Pos Kota saat ditemui, Kamis, 28 Mei 2026.

Udin mencontohkan kondisi penjualan pada tahun 2025 lalu jika dibandingkan pada tahun ini, tepatnya dalam beberapa bulan belakangan yang mengalami penurunan omset.

Baca Juga: Polisi Pastikan Pelajar di Grogol Jakbar Loncat ke Warung Madura Bukan Tawuran

Menurutnya, jika pada tahun lalu dalam sehari ia mampu mendapatkan omset mencapai Rp4 juta sampai Rp5 juta per hari. Namun dalam beberapa waktu terakhir ini, omsetnya menurun.

"Kalau sekarang per hari enggak sampai Rp4 juta. Kadang Rp3 juta, bahkan malah dibawahnya," ungkap dia.

Udin menyampaikan, penurunan omset bisa jelas terlihat dari perubahan pola pembelian dari konsumen itu sendiri. Seperti misalnya pembelian pada barang berupa rokok.

Berdasarkan pengamatannya, banyak konsumen yang juga mengalami perubahan pola dalam pembelian barang khususnya pada komoditas rokok.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pelajar Pelaku Pembacokan di Warung Madura Grogol

"Pembelian rokok itu paling kelihatan, jadi yang biasa beli sebungkus jadi cuma beli setengah. Atau yang biasa rokoknya ini, jadi ganti sama yang harganya lebih murah," ungkap Udin.


Berita Terkait


News Update