POSKOTA.CO.ID - Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam mulai mempersiapkan diri untuk menyambut salah satu momen paling istimewa dalam kalender hijriah. Tidak hanya menyiapkan hewan kurban atau pakaian terbaik untuk sholat Id, banyak masyarakat juga mencari panduan mengenai mandi sunnah sebelum sholat Idul Adha, lengkap dengan niat dan tata caranya.
Tradisi mandi sunnah Idul Adha memang menjadi amalan yang dianjurkan dalam Islam. Amalan ini dilakukan sebagai bentuk penyucian diri sekaligus penghormatan terhadap hari raya besar umat Muslim. Karena itu, mandi sunnah tidak hanya dimaknai sebagai membersihkan tubuh, tetapi juga bagian dari kesiapan spiritual sebelum menghadap Allah SWT pada pagi Idul Adha.
Di berbagai daerah di Indonesia, suasana menjelang sholat Id biasanya dimulai sejak dini hari. Takbir berkumandang dari masjid ke masjid, sementara umat Islam bersiap menjalankan sunnah-sunnah sebelum berangkat ke lapangan atau masjid tempat sholat Id dilaksanakan.
Baca Juga: GIIAS 2026 Digelar 30 Juli, Hadirkan Lebih dari 60 Merek Otomotif
Bacaan Niat Mandi Sunnah Idul Adha
Salah satu hal yang paling sering ditanyakan masyarakat adalah bacaan niat mandi sunnah Idul Adha. Berikut lafaz niat yang umum diamalkan:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْأَضْحَى سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitul ghusla li ‘iidil adha sunnatan lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya niat mandi sunnah untuk Idul Adha karena Allah Ta’ala.”
Niat tersebut dapat dibaca di dalam hati maupun dilafalkan secara lisan apabila kondisi kamar mandi tidak terdapat toilet. Dalam sejumlah kajian, pendakwah Abdul Somad juga pernah menjelaskan bahwa niat cukup diucapkan dalam hati apabila berada di kamar mandi yang menyatu dengan toilet.
Waktu Terbaik Melaksanakan Mandi Sunnah
Dalam beberapa kitab fiqih dijelaskan bahwa waktu mandi sunnah Idul Adha dimulai sejak tengah malam hingga menjelang pelaksanaan sholat Id pada pagi hari.
Namun, sebagian ulama menyebut waktu paling utama dilakukan setelah Subuh hingga sebelum berangkat sholat Id. Alasannya sederhana, tubuh menjadi lebih segar dan siap mengikuti rangkaian ibadah di pagi hari.
Mandi sunnah ini dianjurkan untuk semua kalangan, baik laki-laki maupun perempuan, termasuk anak-anak yang hendak mengikuti sholat Id bersama keluarga.
Apakah Keramas Saat Mandi Idul Adha Wajib?
Pertanyaan lain yang sering muncul adalah apakah keramas wajib dilakukan saat mandi sunnah Idul Adha. Jawabannya, tidak wajib, tetapi dianjurkan.
Air tetap harus mengalir ke seluruh tubuh, termasuk kulit kepala dan pangkal rambut agar mandi dilakukan secara sempurna. Karena itu, banyak orang memilih sekaligus keramas sebagai bagian dari penyempurnaan kebersihan diri sebelum beribadah.
Tata Cara Mandi Sunnah Idul Adha
Secara umum, tata cara mandi sunnah Idul Adha hampir sama dengan mandi wajib atau mandi junub. Berikut langkah-langkah yang biasa dilakukan:
Membaca basmalah
Mencuci kedua telapak tangan
Membersihkan kotoran pada tubuh
Berwudhu seperti hendak sholat
Membaca niat mandi sunnah Idul Adha
Mengguyur kepala dan seluruh tubuh sebanyak tiga kali
Mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan
Menggosok tubuh agar air merata
Membasuh kaki di bagian akhir
Setelah mandi sunnah, umat Islam dianjurkan segera bersiap menuju lokasi sholat Idul Adha dan memperbanyak lantunan takbir selama perjalanan.
Sholat Idul Adha dan Makna Spiritualnya
Sholat Idul Adha dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah tanpa azan dan iqamah. Pada rakaat pertama terdapat tujuh kali takbir tambahan, sedangkan rakaat kedua lima kali takbir tambahan.
Momentum ini bukan sekadar ibadah tahunan. Idul Adha menjadi pengingat tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kebersamaan umat Muslim. Ribuan jamaah berkumpul di lapangan atau masjid untuk mengumandangkan takbir dan mendengarkan khutbah Id bersama.
Karena itu, menjalankan sunnah seperti mandi sebelum sholat Id menjadi bagian dari upaya menyempurnakan ibadah dan menjaga adab dalam menyambut hari raya kurban.
