POSKOTA.CO.ID - Hari Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijjah menjadi salah satu waktu paling mulia dalam Islam.
Pada hari istimewa ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah seperti dzikir, istighfar, serta memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk memohon ampunan dan keberkahan hidup. Keutamaan Hari Arafah juga dijelaskan dalam berbagai riwayat.
Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi mengutip hadis riwayat at-Tirmidzi dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baiknya doa adalah doa pada Hari Arafah.”
Baca Juga: Bolehkah Daging Kurban Idul Adha 2026 Diberikan kepada Non Muslim? Ini Hukumnya
Karena itu, umat Islam dianjurkan memanfaatkan momentum ini dengan memperbanyak doa dan dzikir, terutama menjelang waktu ashar hingga maghrib.
Dzikir Terbaik yang Dianjurkan di Hari Arafah

Salah satu dzikir yang dianjurkan dibaca saat Hari Arafah disampaikan oleh Teh Ninih Muthmainnah. Bacaan dzikir ini juga termasuk amalan yang sering dibaca Rasulullah SAW.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin:
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.
Artinya:
“Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
