Kasus Hantavirus di Kabupaten Bekasi Nihil, Dinkes Imbau Warga Jaga Kebersihan

Selasa 26 Mei 2026, 14:22 WIB
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Supriadinata. (Sumber: Dok. Pemkab Bekasi)

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Supriadinata. (Sumber: Dok. Pemkab Bekasi)

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi memperkuat kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus melalui penguatan deteksi dini di fasilitas layanan kesehatan serta edukasi kepada masyarakat menyusul maraknya pemberitaan kasus penyakit tersebut di sejumlah daerah.

Langkah antisipasi dilakukan melalui koordinasi dengan rumah sakit, Puskesmas, dan klinik di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi guna memperkuat kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam mengenali gejala dan melakukan penanganan awal terhadap dugaan kasus Hantavirus.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Bekasi, Supriadinata mengatakan pihaknya telah menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan beserta tenaga medis untuk melakukan screening awal terhadap penyakit tersebut.

“Kami sudah menyiapkan puskesmas, rumah sakit, klinik, serta tenaga kesehatan untuk melakukan screening awal terhadap penyakit Hantavirus,” kata Supriadinata.

Baca Juga: Salat Idul Adha Bareng Warga Setu, Plt Bupati Bekasi Ajak Tingkatkan Empati dan Kepedulian Sosial

Menurutnya, laporan kasus Hantavirus di Kabupaten Bekasi, baik dari rumah sakit, puskesmas maupun klinik, masih nihil.

“Per hari ini, 26 Mei 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi belum menerima laporan kasus Hantavirus baik dari rumah sakit, puskesmas maupun klinik,” ujarnya.

Dinkes Kabupaten Bekasi juga memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan terkait screening awal dan pengenalan gejala Hantavirus serta menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui penyuluhan dan publikasi informasi kesehatan melalui media sosial milik Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan puskesmas.

“Hantavirus memiliki gejala yang mirip dengan demam berdarah dan tifoid, seperti demam tinggi, nyeri otot, kelelahan, hingga sesak napas,” ucapnya.

Baca Juga: Plt Bupati Bekasi Dampingi Menteri PKP Tinjau Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta

Ia menjelaskan, Hantavirus umumnya ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus yang hidup di lingkungan kotor, lembap, dan dekat dengan sumber makanan maupun tumpukan sampah.

“Kalau tikus itu binatang pengerat yang suka hidup di daerah kotor dan banyak makanan, seperti dekat pasar maupun tempat pembuangan sisa makanan,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, menutup lubang yang berpotensi menjadi sarang tikus, mengendalikan populasi tikus, serta rutin melakukan gotong royong membersihkan lingkungan sekitar.

“Masyarakat kami imbau menjaga kebersihan lingkungan, rajin cuci tangan, serta membersihkan tempat-tempat yang diduga menjadi sarang tikus,” katanya.

Selain langkah preventif tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi juga memperkuat sistem surveilans melalui deteksi dini, investigasi kasus terduga, analisis data, hingga pelaporan berjenjang kepada pemerintah provinsi.

“Peran surveilans yang utama adalah deteksi dini. Kalau ada terduga kasus, kami lakukan investigasi, analisis data, dan tindak lanjut pelaporan ke provinsi,” tuturnya.

Baca Juga: Targetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari, TPST Kertamukti Bekasi Didukung Mesin Pengering Terbaru

Ia juga mengimbau masyarakat tidak panik jika menemukan gejala Hantavirus dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

“Masyarakat jangan panik, tetap menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan,” pungkasnya.


Berita Terkait


News Update