Menurutnya, situasi ekonomi saat ini berpotensi memunculkan tekanan berlapis terhadap masyarakat. Pelemahan daya beli, perlambatan sektor perdagangan, hingga meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK) dinilai dapat menciptakan siklus ekonomi yang semakin berat.
“Saya kira ini akan terus berlanjut. Perlambatan ekonomi sektor perdagangan juga akan diikuti oleh menurunnya pendapatan masyarakat karena banyak layoff, banyak PHK. Dan kalau banyak PHK begini, masyarakat juga akan melemah daya belinya. Jadi akan menciptakan lingkaran setan,” ujar Bhima.
Bhima menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk menjaga daya beli masyarakat agar tekanan ekonomi tidak semakin dalam. Salah satu langkah yang diusulkan adalah mengalihkan anggaran dari program yang dianggap kurang prioritas menjadi stimulus untuk masyarakat.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Padahal Modal Asing Deras Masuk ke Indonesia
“Apa yang harus dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas rumah tangga? Salah satunya ya program-program yang enggak prioritas dibatalkan, sehingga ada ruang fiskal untuk melakukan subsidi terhadap penguatan daya beli masyarakat,” katanya.
Ia menekankan, fokus utama pemerintah saat ini seharusnya menjaga ketahanan ekonomi kelas menengah yang mulai tertekan akibat kenaikan harga dan ketidakpastian ekonomi.
“Sekarang kuncinya adalah bagaimana kelas menengah bisa bertahan,” ungkapnya. (cr-4)
