POSKOTA.CO.ID - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memicu sorotan internasional setelah militer Israel dikabarkan merilis video penahanan sejumlah aktivis kemanusiaan dari Global Sumud Flotilla (GSF).
Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, para aktivis terlihat dipaksa berlutut dengan tangan terikat di bawah pengawalan ketat tentara Israel di Pelabuhan Ashdod.
Video tersebut menuai kecaman karena dianggap memperlihatkan tindakan tidak manusiawi terhadap relawan kemanusiaan yang tengah menjalankan misi bantuan menuju Gaza, Palestina.
9 WNI Ikut Dalam Misi Kemanusiaan

Diketahui, terdapat sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam rombongan Global Sumud Flotilla.
Baca Juga: Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Akan Normal, Siapkan Aturan Baru Batasi Kapal AS dan Israel
Mereka ikut berlayar di Laut Mediterania untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza sebelum akhirnya dihentikan dan ditangkap oleh militer Israel pada Senin, 18 Mei 2026.
Empat dari sembilan WNI tersebut disebut merupakan jurnalis dari sejumlah media besar di Indonesia. Hingga saat ini, kondisi mereka masih belum dapat dipastikan secara jelas oleh pemerintah Indonesia.
Kementerian Luar Negeri RI dilaporkan terus melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, termasuk Yordania, Turki, dan Mesir, guna memperoleh akses informasi terkait keberadaan dan keselamatan para WNI tersebut.
Video Penganiayaan Aktivis Viral di Media Sosial
Video yang viral memperlihatkan beberapa aktivis berada dalam posisi berlutut dengan tangan terikat sambil dijaga ketat aparat bersenjata Israel.
Rekaman itu disebut diambil di kawasan Pelabuhan Ashdod setelah kapal bantuan kemanusiaan dicegat.
Publik internasional pun mempertanyakan perlakuan aparat Israel terhadap para relawan sipil yang terlibat dalam misi kemanusiaan untuk Gaza.
Hingga kini belum ada konfirmasi apakah sembilan WNI turut muncul dalam video yang beredar tersebut.
Baca Juga: Iran Umumkan 40 Hari Berkabung: Tiga Tokoh Ini Ambil Alih Kepemimpinan Usai Kematian Khamenei
Itamar Ben Gvir Tuai Sorotan
Menteri sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, ikut menjadi sorotan setelah membagikan video penahanan aktivis tersebut melalui akun media sosial X miliknya.
Dalam unggahannya, Ben-Gvir terdengar melontarkan komentar bernada mengejek terhadap para aktivis yang ditahan tentara Israel.
“Mereka datang sebagai pahlawan besar, lihat mereka sekarang, mereka bukan pahlawan dan bukan apa-apa,” ujarnya dalam video yang beredar pada Kamis, 21 Mei 2026.
Pernyataan itu memicu reaksi keras dari berbagai pihak yang menilai komentar tersebut tidak pantas di tengah situasi kemanusiaan yang memanas di Gaza.
Baca Juga: Mengapa Selat Hormuz Begitu Penting? Ini Pengaruhnya bagi Pasar Energi Dunia dan Asia
Pemerintah Indonesia Terus Lakukan Upaya Diplomatik
Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus mengupayakan langkah diplomatik demi memastikan keselamatan dan pembebasan sembilan WNI yang ikut dalam misi Global Sumud Flotilla.
Selain berkoordinasi dengan negara-negara sahabat di Timur Tengah, pemerintah juga disebut terus memantau perkembangan situasi melalui jalur diplomatik internasional.
Kasus ini menjadi perhatian luas publik Indonesia karena melibatkan relawan kemanusiaan dan jurnalis yang tengah menjalankan misi bantuan untuk warga sipil di Gaza.
