BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memastikan program Sekolah Rakyat mulai beroperasi pada tahun ajaran Juli 2026. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, termasuk mereka yang putus sekolah dan hidup di jalanan.
Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja usai mendampingi kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Senin, 18 Mei 2026.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan lahan seluas sekitar 5,4 hektare untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat yang dikerjakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
“Dari pemerintah daerah kita menyiapkan lahan sekitar 5 hektare lebih. Pembangunannya dilakukan oleh PU, sedangkan daerah menyiapkan tanah dan dukungan infrastrukturnya,” kata Asep, Selasa, 18 Mei 2026.
Baca Juga: Jemput Bola ke Sekolah dan Desa, Disdukcapil Kabupaten Bekasi Jalankan 3 Program Unggulan 2026
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya diperuntukkan bagi siswa baru, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak putus sekolah untuk kembali memperoleh pendidikan formal.
“Ada yang usianya 13 tahun masuk SD karena sebelumnya putus sekolah. Anak-anak seperti itu akan kita tarik kembali untuk sekolah,” ujarnya.
Ia menegaskan, sasaran utama program tersebut berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data pemerintah pusat.
“Yang diverifikasi itu desil 1 dan desil 2. Jadi bukan masyarakat yang sudah mapan. Kita prioritaskan anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk yang putus sekolah,” ucapnya.
Baca Juga: Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Tindaklanjuti Dugaan Pencemaran di Kali Rawalumbu
Untuk tahap awal, Kabupaten Bekasi mendapatkan kuota 270 siswa yang terbagi dalam sembilan rombongan belajar (rombel), masing-masing tiga rombel untuk tingkat SD, SMP, dan SMA.
“Total kuotanya 270 siswa. SD 90 siswa, SMP 90 siswa, dan SMA 90 siswa,” tuturnya.
Hingga saat ini, jumlah pendaftar masih terus diverifikasi. Data sementara menunjukkan terdapat 10 calon siswa SD, 31 siswa SMP, dan 80 siswa SMA yang telah mendaftar.
Plt. Bupati Bekasi menyebut Kabupaten Bekasi menjadi salah satu daerah yang beruntung karena memperoleh program prioritas nasional tersebut.
“Alhamdulillah Kabupaten Bekasi mendapat Sekolah Rakyat dan juga proyek PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik). Ini bentuk perhatian pemerintah pusat kepada Kabupaten Bekasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Alamsyah mengatakan, berbagai persiapan dimulai sejak April 2025, mulai penyediaan lahan hingga proses perizinan.
Baca Juga: Sekda Endin Samsudin Lepas Keberangkatan 542 Jemaah Haji Kloter Terakhir Kabupaten Bekasi
“Mulai dari tata ruang, lingkungan, amdalalin, drainase dan lainnya sudah dipersiapkan. Tugas berikutnya adalah menyiapkan calon siswa,” ucap dia.
Ia menjelaskan, proses pendataan calon siswa dilakukan berdasarkan data dari Kementerian Sosial yang kemudian diverifikasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
“Data dasar berasal dari Kemensos melalui pusdatin, kemudian diverifikasi bersama Dinsos, BPS, dan pendamping PKH,” kata dia.
Berdasarkan data sementara, jumlah warga Kabupaten Bekasi kategori desil 1 mencapai 38.180 keluarga, sedangkan desil 2 sebanyak 47.058 keluarga yang berpotensi menjadi sasaran program.
Baca Juga: Tinjau Lokasi Kebakaran, Plt Bupati Bekasi Siapkan Opsi Penataan Pasar Ramayana Cikarang
Alamsyah menambahkan, seluruh biaya pendidikan di Sekolah Rakyat ditanggung pemerintah.
“Gratis dari awal masuk sampai lulus. Bahkan fasilitas penunjang juga disiapkan,” pungkasnya.
Ia mengakui masih terdapat sebagian orang tua yang belum bersedia melepas anaknya mengikuti program tersebut. Namun pemerintah akan terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami manfaat Sekolah Rakyat sebagai upaya pembentukan karakter dan peningkatan akses pendidikan bagi keluarga miskin.
