Tahun Ajaran Baru Sekolah Rakyat Dimulai Juli 2026, Sasar Siswa dari Keluarga Miskin

Selasa 19 Mei 2026, 16:25 WIB
Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meninjau pembangunan gedung Sekolah Rakyat Jawa Barat 2 di Kawasan Deltamas, Cikarang Pusat, Senin, 18 Mei 2026. (Sumber: Dok. Diskominfosantik Bekasi)

Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meninjau pembangunan gedung Sekolah Rakyat Jawa Barat 2 di Kawasan Deltamas, Cikarang Pusat, Senin, 18 Mei 2026. (Sumber: Dok. Diskominfosantik Bekasi)

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memastikan program Sekolah Rakyat mulai beroperasi pada tahun ajaran Juli 2026. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, termasuk mereka yang putus sekolah dan hidup di jalanan.

Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja usai mendampingi kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Senin, 18 Mei 2026.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan lahan seluas sekitar 5,4 hektare untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat yang dikerjakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

“Dari pemerintah daerah kita menyiapkan lahan sekitar 5 hektare lebih. Pembangunannya dilakukan oleh PU, sedangkan daerah menyiapkan tanah dan dukungan infrastrukturnya,” kata Asep, Selasa, 18 Mei 2026.

Baca Juga: Jemput Bola ke Sekolah dan Desa, Disdukcapil Kabupaten Bekasi Jalankan 3 Program Unggulan 2026

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya diperuntukkan bagi siswa baru, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak putus sekolah untuk kembali memperoleh pendidikan formal.

“Ada yang usianya 13 tahun masuk SD karena sebelumnya putus sekolah. Anak-anak seperti itu akan kita tarik kembali untuk sekolah,” ujarnya.

Ia menegaskan, sasaran utama program tersebut berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data pemerintah pusat.

“Yang diverifikasi itu desil 1 dan desil 2. Jadi bukan masyarakat yang sudah mapan. Kita prioritaskan anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk yang putus sekolah,” ucapnya.

Baca Juga: Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Tindaklanjuti Dugaan Pencemaran di Kali Rawalumbu

Untuk tahap awal, Kabupaten Bekasi mendapatkan kuota 270 siswa yang terbagi dalam sembilan rombongan belajar (rombel), masing-masing tiga rombel untuk tingkat SD, SMP, dan SMA.


Berita Terkait


News Update