“Total kuotanya 270 siswa. SD 90 siswa, SMP 90 siswa, dan SMA 90 siswa,” tuturnya.
Hingga saat ini, jumlah pendaftar masih terus diverifikasi. Data sementara menunjukkan terdapat 10 calon siswa SD, 31 siswa SMP, dan 80 siswa SMA yang telah mendaftar.
Plt. Bupati Bekasi menyebut Kabupaten Bekasi menjadi salah satu daerah yang beruntung karena memperoleh program prioritas nasional tersebut.
“Alhamdulillah Kabupaten Bekasi mendapat Sekolah Rakyat dan juga proyek PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik). Ini bentuk perhatian pemerintah pusat kepada Kabupaten Bekasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Alamsyah mengatakan, berbagai persiapan dimulai sejak April 2025, mulai penyediaan lahan hingga proses perizinan.
Baca Juga: Sekda Endin Samsudin Lepas Keberangkatan 542 Jemaah Haji Kloter Terakhir Kabupaten Bekasi
“Mulai dari tata ruang, lingkungan, amdalalin, drainase dan lainnya sudah dipersiapkan. Tugas berikutnya adalah menyiapkan calon siswa,” ucap dia.
Ia menjelaskan, proses pendataan calon siswa dilakukan berdasarkan data dari Kementerian Sosial yang kemudian diverifikasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
“Data dasar berasal dari Kemensos melalui pusdatin, kemudian diverifikasi bersama Dinsos, BPS, dan pendamping PKH,” kata dia.
Berdasarkan data sementara, jumlah warga Kabupaten Bekasi kategori desil 1 mencapai 38.180 keluarga, sedangkan desil 2 sebanyak 47.058 keluarga yang berpotensi menjadi sasaran program.
Baca Juga: Tinjau Lokasi Kebakaran, Plt Bupati Bekasi Siapkan Opsi Penataan Pasar Ramayana Cikarang
Alamsyah menambahkan, seluruh biaya pendidikan di Sekolah Rakyat ditanggung pemerintah.
