Soroti Tantangan Emisi Karbon, Anggia Meisesari Tekankan Pentingnya Data Real-Time untuk Efisiensi Armada

Selasa 19 Mei 2026, 21:53 WIB
Founder dan CEO TransTRACK, Anggia Meisesari. (Sumber: Istimewa)

Founder dan CEO TransTRACK, Anggia Meisesari. (Sumber: Istimewa)

“Dengan sistem berbasis data, perusahaan bisa melihat sumber inefisiensi secara lebih jelas, mulai dari pola berkendara hingga perencanaan rute distribusi,” kata Anggia.

Perusahaan mengklaim teknologi tersebut telah digunakan di sejumlah sektor, termasuk logistik dan pertambangan. Dari implementasi yang dilakukan, produktivitas armada disebut meningkat hingga 40 persen, sementara biaya operasional dapat ditekan sampai 30 persen.

Di sisi lain, kesiapan sumber daya manusia dinilai tetap menjadi faktor penting dalam penerapan teknologi berkelanjutan. Karena itu, melalui TransTrack Academy, perusahaan menggelar Mini Bootcamp Sustainable Supply Chains yang akan berlangsung secara daring pada 8 Mei 2026.

Baca Juga: Jakarta Jajaki Sister City dengan Shenzhen: Fokus Teknologi, Transportasi dan Inovasi

Sementara itu, Direktur TransTrack Academy, Budi Santosa Chulasoh, mengatakan masih banyak perusahaan yang menghadapi kendala dalam penerapan konsep keberlanjutan pada aktivitas operasional harian.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat efisiensi rantai pasok dan upaya penurunan emisi karbon belum berjalan optimal di berbagai sektor industri.

“Masih ada gap antara konsep keberlanjutan dengan implementasi operasional sehari-hari,” ucap Budi.

Selain itu, Budi menjelaskan program pelatihan tersebut dirancang menggunakan pendekatan studi kasus agar peserta dapat memahami penerapan strategi berbasis data secara langsung di lapangan. Melalui program itu, ia berharap praktik rantai pasok yang lebih efisien dan berkelanjutan dapat lebih cepat diadopsi oleh industri.


Berita Terkait


News Update