Dandhy Dwi Laksono sendiri lahir di Lumajang, Jawa Timur pada tanggal 29 Juni 1976. Pada 2026 ini, ia berusia 50 tahun.
Ia dikenal sebagai jurnalis, aktivis, sekaligus pendiri Watchdoc Documentary Maker.
Latar belakang pendidikannya adalah Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad), serta pelatihan jurnalistik internasional di Ohio University dan British Council London.
Nama Dandhy dikenal luas melalui berbagai film dokumenter investigatif yang mengangkat isu sosial, lingkungan, hingga hak asasi manusia di Indonesia.
Sedangkan, Cypri Jehan Paju Dale merupakan antropolog sosial asal Flores dengan rekam jejak akademik internasional.
Ia meraih gelar PhD dari University of Bern, Swiss, dengan fokus penelitian pada perjuangan masyarakat Papua dan isu kolonialisme modern.
Disertasinya membahas tentang pembangunan, gerakan anti-kolonial, serta peran agama dalam dinamika sosial di Papua Barat.
Cypri juga pernah menjadi peneliti di Kyoto University dan memiliki afiliasi akademik dengan University of Wisconsin-Madison.
