Film Pesta Babi Bercerita Tentang Apa dan Siapa yang Buat? Ini Sinopsis dan Sosok di Baliknya

Senin 18 Mei 2026, 13:46 WIB
Film dokumenter Pesta Babi tengah menjadi perhatian belakangan ini setelah mengangkat isu lingkungan dan konflik pembangunan di Papua Selatan. (Sumber: X/@HabisNontonFilm)

Film dokumenter Pesta Babi tengah menjadi perhatian belakangan ini setelah mengangkat isu lingkungan dan konflik pembangunan di Papua Selatan. (Sumber: X/@HabisNontonFilm)

Keduanya menjadi representasi suara masyarakat adat yang menyaksikan langsung perubahan lingkungan di wilayah mereka.

Melalui perjalanan cerita Yasinta dan Vincen, penonton diperlihatkan bagaimana masyarakat adat berusaha mempertahankan tanah ulayat, hutan sagu, serta sumber pangan tradisional yang selama ini menopang kehidupan komunitas mereka.

Perlawanan tersebut tidak hanya dipandang sebagai perjuangan ekonomi, tetapi juga usaha mempertahankan identitas budaya dan hak atas ruang hidup.

Film ini juga memperlihatkan dinamika sosial yang muncul akibat proyek pembangunan tersebut, termasuk perubahan pola hidup masyarakat hingga kekhawatiran terhadap masa depan generasi berikutnya apabila hutan terus berkurang.

Judul Pesta Babi sendiri memiliki makna simbolis yang sangat kuat dalam budaya Papua.

Pesta Babi bukan sekadar ritual makan bersama, melainkan tradisi adat penting yang menjadi simbol persatuan, ungkapan syukur kepada alam, hingga sarana penyelesaian konflik antarkelompok masyarakat.

Dalam tradisi masyarakat Papua, pesta adat tersebut memiliki nilai sosial dan spiritual yang mendalam karena berkaitan erat dengan hubungan manusia, alam, dan komunitas.

Melalui penggunaan judul tersebut, film ingin menegaskan bahwa hutan dan alam bukan hanya dipandang sebagai aset ekonomi, tetapi juga bagian yang tidak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat adat Papua.

Baca Juga: Nonton Film Pesta Babi di Mana? Begini Cara Menyaksikannya Secara Legal

Siapa Pembuat Film Pesta Babi?

Dua nama utama yang menjadi pembuat dan sutradara Film Pesta Babi adalah Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Jehan Paju Dale.

Keduanya menggabungkan kekuatan jurnalisme investigatif dan pendekatan akademis untuk menghadirkan karya yang kuat secara narasi dan data.

Film ini juga merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak seperti Watchdoc, Jubi Media, Ekspedisi Indonesia Baru, serta dukungan mitra seperti Greenpeace.


Berita Terkait


News Update