"Listyo Sigit hari ini bukan hanya Kapolri secara administratif. Dia sudah menjadi bagian dari infrastruktur politik dan keamanan pemerintahan," katanya.
Ia juga menyoroti masa jabatan Listyo Sigit yang kini telah memasuki lebih dari lima tahun. Menurutnya, kecil kemungkinan Prabowo mengambil risiko mengganti sosok yang dianggap masih efektif menjaga stabilitas pemerintahan.
“Sejak awal saya melihat pergantian Kapolri bukan agenda mudah. Dan hari ini terbukti, Listyo Sigit justru mendapat legitimasi politik langsung dari Presiden,” tuturnya.
Heru meyakini akhir masa jabatan Listyo Sigit nantinya lebih mungkin ditentukan oleh faktor usia pensiun ketimbang keputusan politik di tengah jalan.
“Artinya, bukan karena kehilangan kepercayaan. Tetapi karena memang batas formal usia jabatan,” katanya.
Baca Juga: Siapa Calon Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil Sosok Inisial S yang Ramai Diisukan
Dalam pandangan Heru, kekuatan politik Listyo juga tidak lepas dari jejaring elite yang dibangunnya selama ini. Selain dinilai dekat dengan Prabowo, Kapolri juga disebut memiliki hubungan baik dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Kedekatan tersebut dinilai menjadi modal besar yang membuat posisi Sigit semakin sulit digoyang di tengah dinamika politik nasional.
Heru bahkan menyinggung komunikasi politik Listyo Sigit dengan Titiek Soeharto yang disebut menunjukkan adanya kedekatan personal dengan lingkar inti kekuasaan.
“Dia mampu membaca arah angin politik dan menjaga konektivitas dengan banyak pusat kekuatan,” ucapnya.
Baca Juga: Aktor Fedi Nuril dan Nicholas Saputra Desak Kapolri Listyo Sigit Prabowo Mundur dari Jabatannya
Tak hanya itu, Heru menilai Listyo Sigit tengah membangun modal politik jangka panjang yang bisa berguna setelah pensiun dari institusi Polri.
