JAGAKARSA, POSKOTA.CO.ID - Perayaan Iduladha 2026 menjadi momen penuh pertimbangan bagi sebagian masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih tak menentu. Meski harga kebutuhan pokok meningkat, sejumlah warga tetap berupaya menjalankan ibadah kurban dengan berbagai cara, salah satunya melalui sistem patungan.
Seorang warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, Elga Hikari Putra mengaku tetap memilih berkurban sapi tahun ini dengan biaya patungan di lingkungan tempat tinggalnya.
“Kalau saya kurban karena sistemnya patungan sama adik ipar,” kata Elga kepada Pos Kota, Minggu, 17 Mei 2026.
Pria yang bekerja sebagai karyawan swasta itu mengatakan, sistem patungan dipilih agar biaya kurban tidak terlalu membebani keuangan keluarga.
Baca Juga: Penjualan Sapi Bali di Jakbar Turun hingga 30 Persen Jelang Iduladha 2026
Menurutnya, pembelian sapi secara bersama menjadi solusi di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
“Biar enggak berat buat beli sapi. Jadi misalkan tahun ini kurbannya pakai nama saya, tahun depan adik ipar saya,” ujarnya.
Biaya Patungan Kurban Sapi Rp3,5 Juta
Elga mengungkapkan, biaya patungan kurban sapi di masjid dekat rumahnya masih berada di angka Rp3,5 juta per orang. Nilai tersebut dinilai masih cukup terjangkau dibandingkan jika harus membeli hewan kurban sendiri.
Ia bahkan mengaku kemungkinan besar tidak akan ikut kurban sapi apabila biaya patungan mengalami kenaikan.
“Kalau biaya patungan kurban sapi dinaikin saya juga mungkin enggak kurban. Atau paling cuma beli kambing yang harganya Rp3 jutaan,” katanya.
