BANDUNG, POSKOTA.CO.ID - Sejumlah pihak terkait mulai turun tangan mendukung ketahanan pangan nasional khususnya di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Tidak hanya pemerintah daerah atau dinas pertanian saja, jajaran kepolisian pun hadir langsung mendampingi masyarakat tani di lapangan di tengah ancaman krisis pangan global dan tekanan ekonomi yang masih dirasakan petani.
Semangat itu terlihat dalam kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang digelar nasional dan dipimpin langsung Kapolri melalui Zoom Meeting, Sabtu, 16 Mei 2026.
Untuk wilayah Bandung Barat, kegiatan dipusatkan di kawasan hukum Polsek Cisarua, Polres Cimahi.
Baca Juga: Pabrik Tembakau Sintetis Rumahan Terbongkar, Narkoba di Cimahi Gagal Diedarkan
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra mengatakan, panen raya ini bukan sekadar seremoni saja. Di balik hamparan jagung yang dipanen bersama, tersimpan harapan besar agar Indonesia mampu menjaga ketersediaan pangan di tengah situasi global yang tidak menentu.
Menurutnya, keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program strategis pemerintah untuk memperkuat produksi pangan nasional, khususnya komoditas jagung.
"Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir mendukung program strategis pemerintah, salah satunya di sektor pertanian," ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan pangan masyarakat terus meningkat sehingga penguatan produksi jagung menjadi hal penting. Karena itu, sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan petani harus terus diperkuat agar para petani tidak berjalan sendiri menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Baca Juga: Razia Pajak Kendaraan di Cimahi, Ratusan Penunggak Terjaring
Kegiatan tersebut dihadiri unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Bulog, Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, MUI Kecamatan Cisarua, kepala desa, hingga gabungan kelompok tani (Gapoktan).
Di tengah optimisme panen raya, persoalan yang dihadapi petani masih menjadi perhatian bersama. Mulai dari harga pupuk, cuaca yang tidak menentu, hingga distribusi hasil panen dan fluktuasi harga jual masih menjadi tantangan yang dirasakan masyarakat tani.
Sebagai bentuk dukungan, dalam kegiatan itu juga disalurkan bantuan pupuk kepada petani guna membantu meningkatkan produktivitas pertanian jagung di Bandung Barat.
"Kami akan terus melakukan pendampingan bersama instansi terkait agar program ketahanan pangan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ucapnya.
Ia optimistis, dengan dukungan lintas sektor, Kabupaten Bandung Barat dapat memberikan kontribusi positif terhadap ketersediaan pangan nasional.
Sementara itu, Kapolsek Cisarua, Kompol Iwan Setiawan menegaskan pihaknya siap mengawal proses panen hingga distribusi hasil pertanian agar berjalan aman dan lancar.
Baca Juga: Polres Cimahi Gandeng Serikat Buruh, Siap Amankan Aksi May Day di Monas
"Kami akan terus bersinergi dengan TNI, pemerintah kecamatan, dan para petani supaya hasil panen bisa maksimal dan memberi manfaat bagi masyarakat," tuturnya.
Selain panen raya, pertemuan tersebut juga membahas pengamanan distribusi hasil panen dan akses petani terhadap bantuan pemerintah. Langkah itu dinilai penting agar hasil kerja keras petani tidak berhenti di sawah, tetapi benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Keterlibatan berbagai pihak dalam sektor pangan menjadi bukti bahwa ketahanan pangan kini bukan hanya urusan petani semata, melainkan agenda bersama demi menjaga stabilitas dan masa depan bangsa.
