POSKOTA.CO.ID - Kasus penjambretan yang terjadi di Kabupaten Sleman kembali memantik perhatian luas publik. Bukan hanya karena insiden tersebut berujung pada meninggalnya dua pelaku, tetapi juga lantaran sikap tak biasa yang ditunjukkan oleh korban bernama Arista Minaya.
Alih-alih menuntut hukuman berat, Arista justru memilih menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga para pelaku penjambretan yang tewas.
Sikap ini sontak mengundang reaksi beragam dari masyarakat, terutama di media sosial, karena dianggap bertolak belakang dengan logika keadilan pada umumnya.
Peristiwa ini juga menyeret suami Arista, Hogi Minaya, ke ranah hukum. Hogi kini berstatus tersangka karena dinilai menyebabkan kematian dua pelaku saat melakukan pengejaran.
Baca Juga: Truk TNI AD Alami Kecelakaan Saat Menuju Lokasi Longsor Bandung Barat, Dua Anggota Polri Gugur
Permintaan Maaf Disampaikan Saat Proses Mediasi
Permintaan maaf tersebut disampaikan Arista dalam proses mediasi yang difasilitasi Kejaksaan Negeri Sleman pada Sabtu 24 Januari 2026.
Dalam forum tersebut, Arista mengungkapkan penyesalan mendalam dan berharap kejadian tragis itu tidak menambah luka batin kedua belah pihak.
Menurut Arista, insiden yang terjadi berlangsung sangat cepat dan berada di luar kendali siapa pun. Ia menegaskan tidak ada niat untuk mencelakai, baik dari dirinya maupun sang suami.
Sikap tersebut ditempuh Arista sebagai bentuk empati sekaligus upaya agar persoalan hukum yang menjerat suaminya tidak berlarut-larut.
Baca Juga: Pencarian Korban Longsor Pasirlangu Memasuki Hari Ketiga, 80 Orang masih Tertimbun
Reaksi Publik: Empati atau Kontroversi?
Pernyataan Arista langsung menyebar luas dan memicu perdebatan. Sebagian warganet menilai langkah tersebut sebagai bentuk kemanusiaan yang tinggi, sementara lainnya mempertanyakan posisi korban yang justru meminta maaf kepada pelaku kejahatan.
