"Pihak Hiswana Migas harus tanggungjawab atas kenaikan harga gas melon sekarang ini. Kami minta Hiswana Migas dan pemerintah segera turun tangan," harapnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) pada Setda Kabupaten Pandeglang, Erik Widhaswara mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi di lapangan.
“Iya, kalau tidak salah harga HET-nya kisaran Rp19.500 per tabung. Saya akan segera koordinasi dengan pihak terkait atas banyaknya keluhan warga soal harga gas LPG ukuran 3 kilogram saat ini," tuturnya.
Baca Juga: Satu Korban Ledakan Gas LPG di Pondok Cabe Ilir Meninggal, Dua Lainnya Masih Dirawat
"Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) serta Hiswana Migas guna menindaklanjuti informasi kenaikan harga ini," sambungnya.
Ia menambahkan, tingginya harga di tingkat pengecer kemungkinan dipicu harga jual di pangkalan yang sudah melebihi HET.
"Harga di pengecer pastinya tinggi jika harga jual di pangkalannya di atas HET,” ucapnya.
Ia pun memastikan, bahkan Bagian Perekonomian akan melakukan monitoring ke sejumlah pangkalan gas di Kabupaten Pandeglang.
“Kami di Bagian Perekonomian akan coba monitoring ke beberapa pangkalan, termasuk saya akan koordinasi dengan Disperindag Pandeglang sama Hiswana Migas,” pungkasnya.
