Terapi Bekam Tanduk: Pengobatan Tradisional yang Tetap Relevan di Era Modern

Selasa 12 Mei 2026, 11:42 WIB
Potret praktisi terapi bekam tanduk, Sheik Muhammad Zaenal Arifin. (Sumber: Istimewa)

Potret praktisi terapi bekam tanduk, Sheik Muhammad Zaenal Arifin. (Sumber: Istimewa)

POSKOTA.CO.IDPerkembangan teknologi kedokteran modern yang kian pesat ternyata tidak serta-merta menggeser metode pengobatan tradisional. Salah satu buktinya adalah terapi bekam tanduk sebuah metode kuno yang hingga kini masih aktif dipraktikkan dan diminati masyarakat dari berbagai penjuru dunia.

Metode ini dianggap menawarkan pendekatan kesehatan yang lebih holistik, melampaui sekadar penanganan fisik, dengan menyentuh dimensi mental hingga spiritual.

Tak sedikit masyarakat yang menjadikan terapi ini sebagai pendamping bukan pengganti pengobatan medis konvensional.

Terapi bekam tanduk adalah salah satu bentuk pengobatan tradisional yang menggunakan tanduk hewan sebagai alat hisap pada permukaan kulit. Metode ini termasuk dalam rumpun besar terapi bekam (cupping therapy) yang dikenal luas di berbagai peradaban, mulai dari Timur Tengah, Asia, hingga Eropa.

Baca Juga: Pro Kontra Penunjukan Raffi Ahmad sebagai Duta BPJS Kesehatan Disorot Warganet

Dalam praktiknya, terapi bekam tanduk dipercaya membantu melancarkan sirkulasi darah, membuang racun dalam tubuh, serta memulihkan keseimbangan energi.

Berbagai klaim manfaat ini mendorong sebagian pasien untuk mencarinya sebagai terapi komplementer atas berbagai kondisi kesehatan.

Kondisi yang sering ditangani dengan terapi bekam tanduk, antara lain:

  • Penyumbatan pembuluh darah
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Penyakit jantung
  • Pendampingan terapi kanker
  • Gangguan metabolisme dan imunitas

Salah satu nama yang dikenal luas dalam dunia bekam tanduk internasional adalah Sheik Muhammad Zaenal Arifin atau akrab disapa Sheik Arifin.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Mental Warga, Pemprov DKI Gencarkan Program JakCare hingga Skrining Jiwa Gratis

Pria kelahiran Banten ini telah menekuni praktik bekam tanduk selama lebih dari 40 tahun dan membawa keahliannya ke berbagai negara.


Berita Terkait


News Update