Gangguan Sendi pada Lansia di Indonesia Meningkat, Teknologi Arthroscopy Dinilai Efektif Percepat Pemulihan Cedera Sendi

Senin 11 Mei 2026, 15:48 WIB
Ilustrasi nyeri sendi. (Sumber: Freepik/Jcomp)

Ilustrasi nyeri sendi. (Sumber: Freepik/Jcomp)

POSKOTA.CO.ID - Meningkatnya prevalensi gangguan sendi seperti osteoarthritis dan cedera muskuloskeletal di Indonesia menjadi tantangan kesehatan yang berdampak langsung pada mobilitas dan kualitas hidup masyarakat. 

Kondisi ini tidak hanya menimbulkan nyeri kronis, tetapi juga membatasi aktivitas sehari-hari dan kemandirian individu.

Berdasarkan data World Health Organization, di Indonesia kondisi ini diperkirakan memengaruhi sekitar 30 persen populasi berusia di atas 65 tahun, dengan lutut dan panggul sebagai area yang paling sering terdampak.

Menjawab kebutuhan tersebut, Columbia Asia Hospital BSD memperkuat layanan ortopedi melalui pemanfaatan teknologi medis terkini, termasuk Arthroscopy minimal invasif serta prosedur Total Knee Replacement (TKR) dan Total Hip Replacement (THR).

Baca Juga: 5 Keadaan Penyebab Perubahan Cuaca Dingin Memengaruhi Nyeri Sendi pada Tubuh

dr. Ferdinand Arden, Sp.OT, FICS, Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Columbia Asia Hospital BSD menyampaikan, layanan ini dirancang untuk membantu pasien mengurangi nyeri, memulihkan fungsi sendi, dan kembali menjalani aktivitas secara optimal.

"Teknologi arthroscopy memungkinkan diagnosis dan penanganan gangguan sendi melalui sayatan minimal, sehingga mengurangi rasa nyeri pasca-tindakan dan mempercepat proses pemulihan," ucap Ferdinand dalam keterangannya, Senin, 11 Mei 2026. 

Ferdinand mengatakan, prosedur ini menjadi pilihan bagi pasien dengan cedera sendi seperti lutut, bahu, maupun pergelangan kaki, terutama bagi individu yang ingin kembali aktif dalam waktu lebih singkat.

"Sementara itu, untuk kondisi kerusakan sendi yang lebih berat, prosedur TKR dan THR menjadi solusi yang efektif dalam mengurangi nyeri kronis serta meningkatkan mobilitas secara signifikan," kata dia. 

Seluruh layanan didukung oleh tim dokter spesialis ortopedi berpengalaman serta fasilitas medis modern yang memastikan kesinambungan perawatan dari diagnosis hingga rehabilitasi.

“Nyeri sendi kronis bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga dapat membatasi kualitas hidup seseorang,” kata Ferdinand. 

Dia menyebut, melalui prosedur seperti Total Knee Replacement dan Total Hip Replacement, pihak rumah sakit berupaya membantu pasien mendapatkan kembali kenyamanan bergerak dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

“Melalui prosedur seperti Total Knee Replacement dan Total Hip Replacement, kami berupaya membantu pasien kembali bergerak dengan nyaman dan menjalani aktivitas tanpa hambatan,” ungkap fia. 

Dengan pendekatan layanan yang terintegrasi dan berfokus pada kenyamanan pasien, Columbia Asia Hospital BSD berkomitmen untuk menjadi mitra kesehatan masyarakat dalam menjaga fungsi gerak dan kualitas hidup, sehingga setiap individu dapat tetap aktif dan produktif di setiap tahap kehidupan. (cr-4). 


Berita Terkait


News Update