Cerita Penghuni Apartemen Mediterania Saat Kebakaran Terjadi: Asap Tebal Mengepung

Kamis 30 Apr 2026, 17:24 WIB
Antonius, 47 tahun, salah satu penghuni apartemen Mediterania Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, yang selamat dalam insiden kebakaran, Kamis, 30 April 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Antonius, 47 tahun, salah satu penghuni apartemen Mediterania Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, yang selamat dalam insiden kebakaran, Kamis, 30 April 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

GROGOL PETAMBURAN, POSKOTA.CO.ID - Suasana mencekam berada di sekitaran apartemen Mediterania di Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis, 30 April 2026.

Pantauan Pos Kota di lokasi, siang, petugas pemadam kebakaran (damkar) masih siaga di lokasi untuk memastikan area steril dan tidak ada korban dari peristiwa kebakaran ini.

Sejumlah penghuni apartemen yang telah berhasil sampai ke bawah terlihat berada di posko dan masih melakukan koordinasi dengan petugas.

Salah satu penghuni apartemen lantai 28, Antonius, 47 tahun menceritakan, saat kejadian ia dan istru sedang tertidur pulas kemudian sekitar pukul 8 pagi dirinya terbangun dan mendengar sirine.

Baca Juga: Kebakaran Apartemen Mediterania Diduga Akibat Korsleting Panel Listrik di Basemen

Disampaikannya, di lantai 28 sama sekali tidak ada api atau penyalaan. Hanya saja terdapat kepulan asap dan penghuni di lantai 28 saat itu panik dan mencari jalan keluar yakni ke ataa gedung.

"Kami turun ke lantai bawah dari lantai 28 hanya bisa lakukan naik ke lantai 35, nggak bisa turun ke bawah karena asap sudah sangat penuh ya," kata Antonius kepada wartawan di lokasi kejadian.

Antonius berujar, saat berusaha mencari jalan keluar, basement apartemen di lantai 28 juga sudah dipenuhi dengan penguhini dan juga kepulan asap. Saat itu petugas damkar juga sedang menyedot asap di dalam ruangan.

"Itu asap kebakaran ini kan sumbernya dari basement, dari bawahnya Superindo maupun Starbucks. Tapi asap pekat itu sampai ke lantai 28, asapnya sangat hitam, seperti jaraknya cuma berapa meter gitu loh," ungkapnya.

Baca Juga: Polisi dan KNKT Bagi Peran Selidiki Kecelakaan Maut KRL-Argo Bromo Anggrek

Antonius sendiri menyesalkan alarm kebakaran apartemen yang disebut tidak berfungsi pada saat kebakaran terjadi sehingga sejumlah penghuni termasuk dirinya syok.


Berita Terkait


News Update